Alasan Ridwan Kamil Pilih Nama Ahmad Djuhara untuk Gedung Creative Center Cirebon

Oleh Liputan6.com pada 23 Apr 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 12:00 WIB
Gubernur Jabar Berharap Ruang Kreatif Ahmad Djuhara Bermanfaat untuk Lestarikan Pariwisata
Perbesar
Gubernur Jabar berharap gedung Ruang Kreatif Ahmad Djuhara dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk melestarikan seni budaya atau pariwisata. (Liputan6.com/Achmad Yani)

Liputan6.com, Cirebon - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan Gedung Creative Center di Kota Cirebon, Rabu, 21 April 2021 kemarin. Ridwan Kamil kemudian memberi nama gedung tersebut Ruang Kreatif Ahmad Djuhara.

Ternyata, pemimpin Jawa Barat yang akrab disapa Emil ini punya alasan tersendiri memberi nama gedung yang didirikan sebagai bentuk kolaborasi antara Dinas Permukiman dan Perumahan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Koperasi UMKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar itu.

"Ada keharuan di hari ini, karena arsitek yang saya tunjuk adalah guru saya, ketua arsitek se-Indonesia, namanya almarhum Ahmad Djuhara," kata Ridwan Kamil.

"Beliau senang dengan hal-hal inspiratif. Tapi beliau berpulang karena Covid-19, di awal-awal Covid bulan April lalu. Oleh karena itu mohon izin karena ini wilayah administrasi Pemprov, saya ingin memberi nama khusus yaitu Ruang Kreatif Ahmad Djuhara," tuturnya.

Lebih lanjut Gubernur berharap ke depannya gedung tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk melestarikan seni budaya atau pariwisata.

"Gedung ini harus bermanfaat untuk warga Ciayu Majakuning. Karena kebetulan lokasinya di Kota Cirebon, maka namanya ada Cirebon," ujar Ridwan Kamil.

Namun, katanya lagi, nantinya gedung ini harus diisi secara adil oleh seluruh masyarakat Ciayu Majakuning. Harus manfaatkan ini secara maksimal. "Selama tujuannya baik, silakan manfaatkan tempat ini," ucapnya.

Ruang Demokrasi

Selain Gedung Creative Center, pada kesempatan yang sama, Gubernur Jabar juga meresmikan Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon. Menurutnya, ada banyak hal positif yang bisa dilakukan seluruh lapisan masyarakat di alun-alun ini.

"Alun-alun menjadi ruang demokrasi, kaya atau miskin bisa datang di tempat yang sama. Tempatnya bisa dijadikan ekspresi budaya, ekspresi menyampaikan pendapat, ekspresi keseian, ekonomi, dan lain-lain," ujarnya.

Hadir dalam acara peresmian ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik, yang diwakili Sekretaris Dinas Andrie Kustria Wardana.

Selain itu, ikut juga Kepala Subbagian Kepegawaian, Umum, dan Kehumasan Asep Muliana, Kepala Bidang Industri Pariwisata Lusi Lesminingwati, serta Kepala Seksi Industri Kreatif Mochamad Yana Priana.

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓