Hari Bumi dan Semangat Konservasi Kemah Ramadan di Sigi

Oleh Heri Susanto pada 24 Apr 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 24 Apr 2021, 06:00 WIB
kemah ramadan di Hari Bumi di Sigi
Perbesar
Area kemah Ramadan di Hari Bumi di Desa Pakuli Utara, Sigi. Kegiatan itu juga diisi dengan pelatihan jurnalistik bertema lingkungan dan berbuka hingga sahur bersama. (Foto: Yardin Hasan).

Liputan6.com, Sigi - Peringatan Hari Bumi 2021 yang bertepatan dengan bulan Ramadan dimanfaatkan organisasi lingkungan hidup dengan menggelar kemah dan penghijauan di kawasan penyangga Taman Nasional (TN) Lore Lindu.

Kemah bertema 'Gembira Bumi' untuk memperingati Hari Bumi tahun 2021 digelar organisasi Relawan Orang Alam (ROA) Sulteng di Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi selama 2 hari sejak 21 April. Momentum Ramadan membuat peringatan dilaksanakan dengan berbeda.

Selama kemah, puluhan peserta yang mayoritas adalah mahasiswa menanam bibit pohon di antaranya bibit nangka dan ketapang kencana untuk penghijauan. Sore hari di kawasan hutan desa itu mereka juga menunggu waktu berbuka puasa dengan menyusuri sungai, melihat vegetasi di kawasan penyangga TN Lore Lindu itu. Pengetahuan tentang lingkungan juga dikemas dengan diskusi dan pelatihan jurnalistik mengupas isu-isu lingkungan terkini.

 

 
Penanaman pohon di Desa Pakuli Utara
Perbesar
Penanaman bibit pohon dalam rangka Hari Bumi di Desa Pakuli Utara, Kabupaten Sigi, Rabu (21/4/2021). (Foto: Rahmawati).

Meski dilaksanakan saat Ramadan, para peserta tetap menjaga puasanya. Mereka bersama-sama menyiapkan menu sahur dan berbuka di lokasi kemah.

Desa Pakuli Utara dipilih menjadi lokasi kemah dan edukasi lingkungan lantaran masuk dalam kawasan penyangga TN Lore Lindu dengan kondisi hutan yang relatif terjaga. Di kawasan itu juga terdapat area konservasi satwa endemik sulawesi, Burung Maleo.

“Kemah Hari Bumi ini ingin membangun optimisme bahwa bumi akan selalu baik-baik saja di tangan-tangan kepedulian sahabat semua sekalipun mata, telinga, tangan dan kaki bahkan seluruh anggota tubuh sahabat merasakan pedih, amarah, kesedihan, rasa sayang dan tertawa terbahak-bahak melihat bumi saat ini,” kata Direktur ROA Sulteng, Mochamad Subarkah, Kamis (22/4/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓