Pak Jokowi, Peresmian Bandara JB Soedirman Purbalingga Mundur Lagi

Oleh Rudal Afgani Dirgantara pada 21 Apr 2021, 16:32 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 16:44 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman, di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Dok Foto: Setkab.go.id)
Perbesar
Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman, di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Dok Foto: Setkab.go.id)

Liputan6.com, Purbalingga - Jalan panjang mewujudkan gerbang udara Purbalingga menemui titik terang ketika Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, meneguhkan janji tanggal 22 April 2021 Bandara Jenderal Besar Soedirman akan beroperasi. Namun kenyataan berkata lain, peresmian bandara untuk kesekian kali mundur dari jadwal.

Faktor teknis diklaim menjadi kendala utama. Terminal bandara yang untuk sementara menggunakan tenda roder belum selesai dibangun.

Pembangunan molor dari jadwal karena cuaca ekstrem. Hujan deras membuat proses pemadatan tanah lokasi terminal membutuhkan waktu lebih lama.

Saat ini lantai terminal seluas 28x28 meter telah selesai dibeton. Hari ini, Rabu (21/4/2021), tenda mulai dipasang.

"Pemasangan tenda membutuhkan waktu kurang lebih dua hari," kata Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Agus Winarno.

Angkasa Pura II dan berbagai pihak terkait kemudian menjadwal ulang pembukaan bandara. Berdasarkan kesepakatan bersama, bandara JB Sodirman akan dibuka tanggal 29 April 2021.

Namun tanggal inipun masih bisa bergeser. Sebab, Bupati Purbalingga menghendaki peresmian Bandara JB Soedirman dilakukan presiden Joko Widodo.

"Karena peletakkan baru pertama saat ground breaking kan presiden, jadi peresmian pun harapannya juga pak presiden," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Presiden Ditunggu di Purbalingga

Ilustrasi - Operasional Bandara JB Soedirman molor lagi. (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani)
Perbesar
Ilustrasi - Operasional Bandara JB Soedirman molor lagi. (Foto: Liputan6.com/Rudal Afgani)

Untuk menghadirkan presiden, Pemkab Purbalingga saat ini terus berkomunikasi dengan kantor kepresidenan. Hingga saat ini, pemkab belum mendapat kepastian kesanggupan presiden datang ke Purbalingga.

"Kemungkinan setelah Lebaran," ucap bupati.

Selain faktor teknis, faktor nonteknis pun tak mendukung operasionalisasi bandara pada 22 April 2021. Kebijakan pemerintah pusat melarang mudik, bahkan melarang berbagai moda transportasi massal beroperasi pada 6-17 Mei 2021, turut berdampak.

Perubahan jadwal ini memang tak berdampak pada anggaran APBD yang dialokasikan untuk membangun fasilitas yang menjadi tanggung jawab Purbalingga.

Namun, perubahan jadwal ini bakal membuat sejumlah pihak kehilangan potensi pendapatan. Pendapatan yang semestinya sudah bisa masuk sejak bandara dibuka hilang.

Angkasa Pura II berbagi beban dengan Pemkab Purbalingga demi mengejar target operasionalisasi bandara pada 22 April 2021, tepat pada momen menjelang arus mudik. Purbalingga menanggung pembiayaan empat rintangan yang total nilainya sekitar Rp2 miliar.

Selain terminal bandara, Purbalingga juga menanggung biaya pemindahan tiang listrik, pohon, penanganan limpasan air dari bandara dan pemindahan pesawat dakota. Dari keempat hal itu, pembangunan terminal dan penanganan limpasan air yang belum tuntas.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓