Apresiasi Ridwan Kamil pada Kecanggihan Teknologi Daur Ulang Botol Plastik Namasindo Plas

Oleh Liputan6.com pada 21 Apr 2021, 17:26 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 19:50 WIB
[Fimela] Ridwan Kamil
Perbesar
Pemain film Dilan 1991 berkunjung kerumah Dinas Ridwan Kamil (Adrian Putra/Fimela.com)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi salah satu pabrik yang dapat memproduksi PET Daur ulang atau RPET (Recycled Polyethilene Terephtalate) PT Namasindo Plas. Ridwan Kamil memposting kunjungan di akun instagramnya, Rabu 21 April 2021.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan sistem ekonomi sirkular di Provinsi Jawa Barat.

"60 ton sampah botol plastik dari Pulau Bali setiap minggu dikirim ke Jawa Barat untuk diolah oleh teknologi canggih di Padalarang untuk kembali menjadi botol mineral,” kata Ridwan Kamil.

Teknologi canggih ini dimiliki oleh Namasindo Plas yang berlokasi di Padalarang. Satu satunya fasilitas di Indonesia yang mengubah PET plastik dengan lima tahap untuk kembali menjadi kemasan botol siap pakai, tambah Ridwan.

Namasindo Plas merupakan pemasok kemasan botol plastik RPET AQUA yang pertama kali diluncurkan di tahun 2018. Saat ini AQUA memiliki produk AQUA LIFE kemasan 1,1 liter dan kemasan botol 600 ml yang terbuat dari plastik PET pasokan Namasindo Plas.

Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan, PT Namasindo Plas, merupakan mitra kami dalam mengembangkan dan memproduksi berbagai inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan bahan baku plastik daur ulang atau RPET.

"Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen #BijakBerplastik Danone-AQUA, yang telah kami inisiasi dan luncurkan sejak tahun 2018 yang lalu,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Daur Ulang 100 Persen

Arif menjelaskan, melalui komitmen #BijakBerplastik, Danone-AQUA menargetkan untuk dapat mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan, untuk menggunakan 100% kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta untuk meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam botol menjadi 50% pada tahun 2025. 

“Saat ini kami telah mampu mengumpulkan lebih dari 12.000 ton plastik kemasan paska konsumsi setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit (RBU) di berbagai lokasi di Indonesia," tukasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓