Kebutuhan Uang Tunai Selama Ramadan-Lebaran di Jabar Capai Rp17,45 Triliun

Oleh Huyogo Simbolon pada 20 Apr 2021, 01:00 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 01:00 WIB
20161213-Antrean-Uang-Baru-AY1
Perbesar
Ilustrasi uang tunai. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Bandung - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat Herawanto memprediksi kebutuhan uang kartal atau uang tunai selama Ramadan dan Lebaran di Jabar sebesar Rp17,45 triliun. Dia menyebutkan, kebijakan tersebut setelah mempertimbangkan antisipasi faktor musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Selain itu, juga karena kebijakan dan stimulus pemerintah kepada masyarakat sehubungan dengan penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Kebutuhan uang selama bulan Ramadan dan Idulfitri tahun 2021 di wilayah Provinsi Jawa Barat (di luar Bogor, Depok dan Bekasi) diperkirakan sebesar Rp17,45 triliun," kata Herawanto dalam siaran pers, Senin (19/4/2021).

Menurut Herawanto, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 19,44 persen (year on year/yoy) dibandingkan kebutuhan uang selama Ramadan dan Idulfitri periode tahun lalu yang tercatat sebesar Rp21,66 triliun.

Namun, lanjut dia, jumlah kebutuhan uang selama Ramadan dan Idulfitri 2021 tersebut naik 4 kali lipat dari rata-rata kebutuhan uang per bulan dalam kondisi normal.

Adapun rincian wilayah kebutuhan uang kartal di Jabar meliputi Priangan sebesar Rp12,21 triliun, Priangan Timur Rp2,05 triliun, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan yang mencapai Rp3,19 triliun.

"Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat berkomitmen untuk memenuhi seluruh kebutuhan uang tersebut dalam kondisi layak edar dengan jumlah dan pecahan yang sesuai hingga ke pelosok wilayah Jawa Barat," ujarnya.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan uang selama Ramadan dan Idulfitri tersebut, Herawanto mengatakan BI Jabar melakukan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat yang hanya disediakan melalui loket di bank. Adapun layanan kas keliling ditiadakan.

"Sejalan dengan upaya terus menekan penyebaran Covid-19, BI di wilayah Jawa Barat bekerja sama dengan perbankan (bank umum dan BPR) telah menetapkan 559 titik layanan penukaran selama Ramadan Tahun 2021," tuturnya.

Dari 559 titik layanan penukaran uang tersebut, Priangan disebar ke 362 titik, Priangan Timur 98 titik, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan sebanyak 99 titik.

Adapun layanan penukaran uang melalui loket bank sudah dapat dilakukan mulai 12 April sampai dengan 11 Mei 2021.

"Bank Indonesia telah berkoordinasi dengan perbankan agar dalam memberikan layanan penukaran uang dengan tetap menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," kata Herawanto.

Selain pelayanan di loket bank, BI Jabar juga membuka layanan penukaran wholesale. Ini merupakan layanan penukaran kepada mitra strategis di daerah antara lain kepada lembaga, instansi, korporasi, Aprindo, Perbarindo, dan jaringan perbankan.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓