Penumpang Boleh Berbuka Puasa di LRT Palembang, Ini Syarat Khususnya

Oleh Nefri Inge pada 19 Apr 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 14:00 WIB
Mencoba LRT Palembang
Perbesar
Para penumpang menunggu kedatangan kereta di Stasiun LRT Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (5/7/2018). LRT ini akan menjadi salah satu solusi transportasi saat Asian Games mendatang. (Bola.com/Reza Bachtiar)

Liputan6.com, Palembang - LRT Palembang menjadi salah satu moda transportasi, yang masih digemari warga Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel). Selain rutenya yang bervariatif, harga tiket LRT Palembang juga cukup terjangkau dengan fasilitas yang bagus.

Ada beberapa peraturan yang harus ditaati para penumpang LRT Palembang. Yaitu dilarang untuk makan dan minum di dalam LRT Palembang. Karena peraturan tersebut untuk menjaga kenyamanan para penumpang sendiri.

Namun di saat bulan Ramadan dan dalam situasi pandemi Covid-19, managemen LRT Palembang memberikan kelonggaran aturan bagi para penumpang yang akan berbuka puasa di tengah perjalanan.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan, jadwal perjalanan LRT Palembang terakhir, yaitu pukul 18.43 WIB dari stasiun DJKA dan 19.37 WIB dari stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Sehingga, bagi penumpang yang naik LRT Palembang di waktu jam berbuka puasa, diperbolehkan untuk makan dan minum.

“Kami membolehkan penumpang untuk berbuka puasa, jika masih dalam perjalanan. Petugas akan mengingatkan penumpang, apabila waktu berbuka telah tiba,” katanya, Minggu (18/4/2021).

Kendati diperbolehkan makan dan minum di dalam LRT Palembang, Aida menyampaikan ada syarat tertentu yang ditetapkan.

Penumpang boleh berbuka puasa hanya makanan ringan dan minuman, di dalam botol untuk berbuka. Hal tersebut sebagai toleransi, untuk menghormati penumpang yang menjalani ibadah puasa untuk segera berbuka puasa.

 

2 dari 4 halaman

Jam Operasional Rutin

Waktu Tempuh Tercepat LRT Palembang Belum Capai Target
Perbesar
LRT Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge)

Namun dia terus mengimbau para penumpang, agar tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes), yang sudah ditetapkan untuk kesehatan bersama.

“Tetap menjaga kebersihan, dengan tidak meninggalkan sampah di dalam LRT Palembang. Serta tetap tertib selama waktu berbuka puasa, sehingga tidak mengurangi kenyamanan bagi penumpang sendiri,” ujarnya.

Dia melanjutkan, jam operasional LRT Palembang selama bulan puasa Ramadan tetap seperti biasa. Yaitu dengan 88 rute perjalanan, mulai pukul 06.00 WIB hingga 20.25 WIB dan jarak antar stasiun atau headway selama 18 menit.

Selama pandemi Covid-19, lanjut Aida, LRT Palembang juga mengikuti aturan pemerintah dalam penerapan prokes 3M, baik selama di stasiun maupun dalam perjalanan.

3 dari 4 halaman

Prokes LRT Palembang

Berwisata Menyenangkan dengan Transportasi di Palembang
Perbesar
LRT Palembang Sumsel (Dok.Puspanagri Mas Bayu Sadewa / Nefri Inge)

“Harus memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Di setiap stasiun juga, disediakan tempat cuci tangan,” ucapnya.

Petugas akan memeriksa suhu tubuh penumpang sebelum masuk, handsanitizer di dalam LRT Palembang dan penyemprotan rutin desinfektan untuk kereta maupun di stasiun.

Menurutnya, PTKAI sebagai operator LRT Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel berkomitmen, mendukung penuh langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penularan Covid 19.

“Kita tetap konsisten mengoperasikan LRT Palembang, dengan penerapan disiplin prokes yang ketat,” ungkapnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Lanjutkan Membaca ↓