Covid-19 Varian Baru B1525 Ditemukan di Batam

Oleh Liputan6.com pada 15 Apr 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 15 Apr 2021, 15:00 WIB
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Perbesar
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Liputan6.com, Batam - Virus Corona varian baru B1525 ditemukan di Batam. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyebut, virus mutasi itu ditemukan dari pekerja migran Indonesia di Malaysia yang pulang ke Tanah Air.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Bisri di Tanjungpinang, Kamis (15/4/2021) mengatakan, kasus Covid-19 yang bermutasi menjadi B1525 terungkap setelah dilakukan penelitian terhadap seorang pasien berstatus sebagai PMI di Malaysia yang kembali ke Tanah Air melalui Batam sekitar dua bulan lalu.

"Dari hasil penelitian, ternyata pasien tersebut terinfeksi BI525, namun tidak menyebar luas," ujarnya.

PMI itu berangkat dari Malaysia menuju Batam dengan menggunakan feri. Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan orang-orang yang kontak dengan pasien tersebut.

Pasien itu bergejala ringan sehingga tidak dirawat. Pasien itu melakukan isolasi mandiri di rumah singgah di Batam sebelum kembali ke kampung halamannya. "Pasien itu sudah sembuh," ucapnya.

Bisri belum dapat memastikan apakah ada pasien lainnya di Kepri yang terinfeksi Covid-19 B1525 atau varian baru lainnya.

Hal itu disebabkan pengiriman sampel virus oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kota Batam, dan penelitian dilakukan secara berkala oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes.

Kasus Covid-19 B1525 pertama kali ditemukan di Inggris beberapa waktu lalu.

"Mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus lagi. Kami berharap masyarakat perketat protokol kesehatan," katanya.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓