Wow, Rajungan Jateng Primadona Rakyat Tiongkok, Jepang dan Amerika

Oleh Felek Wahyu pada 16 Apr 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 16 Apr 2021, 06:00 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo, saat melihat produk ekspor sektor kelautan dan perikanan asal Jateng untuk ekpor ke Amerika, Jepang dan China. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Perbesar
Gubernur Ganjar Pranowo, saat melihat produk ekspor sektor kelautan dan perikanan asal Jateng untuk ekpor ke Amerika, Jepang dan China. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Liputan6.com, Semarang - Semilir angin menyejukkan dunia kelautan dan perikanan. Industri perikanan di Jawa Tengah, mulai bangkit di tengah pandemi Covid-19. Tak main-main, produk perikanan itu diekspor ke Asia Pasifik dan Amerika.

Geliat ekspor industri perikanan, ditunjukkan dengan diberangkatkannya sebanyak 584,54 ton produk perikanan dan kelautan Jateng senilai Rp52 miliar ke Amerika, China hingga Jepang.

 

Gubernur Ganjar kaget mengetahui bahwa rajungan dari Jateng jadi favorit di Amerika. Dia mengungkapkan hal itu, usai menghadiri acara Pelepasan 'Indonesia Satu Ekspor' dan launching 'Bulan Mutu Karantina Tahun 2021' di Kantor Balai KIPM Semarang, Rabu (14/4/2021).

Selain rajungan, produk perikanan dan kelautan seperti surimi dari Indonesia juga diminati sejumlah negara.

“Harapan kita nelayannya ikut makmur. Maka tadi kita sampaikan industrinya jalan, suplainya dari nelayannya, nelayan dibina sehingga nanti saya bayangkan area-area di nelayan itu bukan kemiskinan yang terlihat tapi kemakmuran,” kata Ganjar.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Survive di Tengah Pandemi Covid-19

Gubernur Ganjar Pranowo, saat melihat produk ekspor sektor kelautan dan perikanan asal Jateng untuk ekpor ke Amerika, Jepang dan China. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Perbesar
Gubernur Ganjar Pranowo, saat melihat produk ekspor sektor kelautan dan perikanan asal Jateng untuk ekpor ke Amerika, Jepang dan China. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Ganjar mengatakan, pelaksanaan ekspor merupakan penanda kebangkitan produk laut dan perikanan di masa pendemi Covid-19. Selain itu, Ganjar juga mengapresiasi karena banyak pengusaha yang memproduksi ikannya dengan kualitas tinggi.

“Memang masih ada kendala transportasi dan beberapa negara masih tertutup, tapi ikhtiar ini dilakukan oleh pak Menteri Perikanan Kelautan ini agar kita bisa tetap survive bertahan, mudah-mudahan jadi semangat dan menginspirasi yang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKIPM Gatot Perdana menjelaskan, setidaknya ada 584 ton produk perikanan dan kelautan dari Jateng yang akan diekspor selama kurun waktu 12-17 April 2021. Ratusan ton tersebut, berasal dari 11 perusahaan di Jateng.

“Diharapkan ke depan itu tetap berjalan dengan baik, dengan sinergi yang ada, dan ketaatan kepatuhan dari pelaku usaha dalam melakukan usaha ekspor dari Jateng. Tujuan ekspornya ini antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Singapura. Untuk komoditinya rajungan adalah unggulan dan jadi primadona di Amerika Serikat,”kata Gatot.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓