Saatnya Kerajinan Bambu Selaawi Garut 'Go International'

Oleh Jayadi Supriadin pada 16 Apr 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 16 Apr 2021, 09:00 WIB
Ragam produk hasil kreasi bambu yang ciamik, dari Kecamatan Selaawi, Garut, Jawa Barat, sebut saja kap lampu, keranjang serta ornamen-ornamen café atau restoran yang seluruhnya berbahan bambu.
Perbesar
Ragam produk hasil kreasi bambu yang ciamik, dari Kecamatan Selaawi, Garut, Jawa Barat, sebut saja kap lampu, keranjang serta ornamen-ornamen café atau restoran yang seluruhnya berbahan bambu. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Dengan potensi bambu yang melimpah, kerajinan tangan kecamatan Selaawi, Garut, Jawa Barat, sudah saatnya naik kelas ke level dunia.

Kerajinan bambu hasil olah tangan warga di salah Kecamatan wilayah Garut Utara tersebut, sudah lama dikenal unik, dengan kreasi kekinian yang mengikuti perkembangan zaman.

Salah seorang perajin kerajinan bambu Kecamatan Selaawi, Utang Mamad (50) mengatakan, potensi kerajinan bambu warga Selaawi memang besar, tetapi belum mendapatkan mitra pasar strategis.

"Untuk belajar kita sudah dari kecil dulu dari orang tua sudah belajar mengenai kerajinan bambu," ujar dia, Selasa (13/4/2021).

Berkat keterampilannya itu, Utang mampu menghasilkan ragam produk hasil kreasi bambu yang ciamik, seperti kap lampu, keranjang serta ornamen-ornamen kafe atau restoran yang seluruhnya berbahan bambu.

"Istilahnya kita ke arah bambu home decor atau home living," kata dia.

Bahkan, sejak 2010 lalu, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi bersama beberapa perajin binaannya, membangun workshop usaha mengenai kerajinan bambu khas Selaawi.

Utang menyatakan, meskipun masih menggunakan pemasaran secara manual, produknya sudah menembus pasar Asia, Australia, bahkan benua biru Eropa.

"Untuk Eropa masuk di Itali, di Australia, kalau Asia ada di Korea, Thailand, kemarin di Singapura," kata dia.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Simak video pilihan berikut ini:


Pekerja Profesional

Utang Mamad (50) menunjukan ragam hasil kerajinan handmade berbahan bambu di workshop khusus bambu di wilayah Kecamatan Selaawi, Garut, Jawa Barat.
Perbesar
Utang Mamad (50) menunjukan ragam hasil kerajinan handmade berbahan bambu di workshop khusus bambu di wilayah Kecamatan Selaawi, Garut, Jawa Barat. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Dalam praktiknya, seluruh produk handmade bambu yang dipesan, langsung dikerjakan oleh tangan-tangan terampil sesuai dengan model dan ukuran.

Sementara soal waktu disesuaikan dengan tingkat kesulitan produk yang dipesan. "Pernah kita mengerjakan produk cukup lama biasanya untuk property interior," kata dia.

Saat itu, Utang dan beberapa perajin terampilnya diminta untuk membuat tempat tidur satu set lengkap milik salah seorang bupati di Kepulauan Bangka Belitung.

"Diameternya itu dua meter, tinggi dua meter setengah, Itu kita menyita waktu cukup lumayan karena produksinya lama,” dia menerangkan.

Namun, melimpahnya bahan baku bambu unggul khusus untuk kerajinan di wilayah Selawi, cukup membantu dirinya dan perajin lainnya dalam menghasilkan produk yang berkualitas.

"Kalau dulu kita menyediakan mulai dari nebang sendiri ngambil dari kebun. Kalau sekarang mata rantainya sudah kita bentuk, kata dia.

Dengan pola seperti itu, memudahkan dalam setiap pengerjaan pola kreasi kerajinan yang akan dihasilkan. "Kayak bikin lingkaran atau bikin apa, kita tinggal kirim dari mereka ke kita, kebetulan daerahnya masih di sekitar Kecamatan Selaawi," kata dia.

Dengan potensi bambu yang melimpah, plus tangan andal masyarakat sekitar, Utang berharap agar masyarakat Selaawi bisa mengembangkan potensi kerajinan bambu secara optimal.

"Jangan susah-susah mencari usaha, cukup di sini menggarap bambu dengan baik, sekarang bambu itu lagi tren naik daun," dia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya