Kiriman Rendang dari Sumbar untuk Korban Banjir Bandang NTT

Oleh Novia Harlina pada 16 Apr 2021, 05:00 WIB
Diperbarui 16 Apr 2021, 05:00 WIB
340 kilogram rendang dikirim dari Kota Padang, Sumatera Barat untuk membantu korban gempa Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada Rabu 27 Januari 2021. (Dok Diskominfo Kota Padang)
Perbesar
340 kilogram rendang dikirim dari Kota Padang, Sumatera Barat untuk membantu korban gempa Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada Rabu 27 Januari 2021. (Dok Diskominfo Kota Padang)

Liputan6.com, Padang - Pemerintah Sumatera Barat akan mengirim bantuan rendang bagi korban bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan itu akan dikirim dalam waktu dekat.

Rendang yang akan dikirim sebanyak satu ton dan juga uang tunai Rp750 juta. Pemerintah Sumbar berkoordinasi dengan Ikatan Keluarga Minang di NTT.

"Iya atas nama Pemerintah Sumbar, dalam waktu dekat akan dikirim bantuan untuk saudara di NTT yang baru saja tertimpa musibah," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Rabu (14/4/2021).

Audy juga memberikan semangat dan doa bagi para korban bencana alam di NTT. Bantuan yang dikirim diharapkan dapat sedikit meringankan beban para korban.

"Kepada saudara-saudara di NTT, tetap semangat, Insya Allah cobaan ini akan cepat berlalu. Kami akan hadir untuk membantu saudara-saudaraku di NTT,” ujar Audy.

Sementara Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang, angin kencang, hingga tanah longsor di wilayahnya mencapai 177 orang.

"Sampai dengan hari ini, jumlah korban akibat dari siklon tropis seroja berjumlah 177 orang yang meninggal," katanya dalam konferensi pers, Minggu (11/4/2021).

Sebanyak 177 korban meninggal dunia ini berasal dari sembilan kabupaten dan kota di NTT. Rinciannya, Kota Kupang 6 orang meninggal dunia, Kabupaten Flores Timur 72 orang, Malaka 7 orang, Lembata 47 orang, Ende 1 orang, Sabu Raijua 3 orang, Alor 28 orang, Kupang 12 orang, dan Sikka 1 orang.

Sementara warga yang masih hilang akibat bencana dampak siklon tropis seroja itu sebanyak 45 orang. Dua di antaranya hilang di Flores Timur, Lembata 22 orang, Sabu Raijua 5 orang, Alor 13 orang, dan Kupang 3 orang.

"Jadi total seluruhnya yang meninggal dan hilang adalah 222 orang," beber Josef.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓