Nekat Mudik ke Jateng Bakal Dikarantina 2 Pekan, Mau?

Oleh Liputan6.com pada 08 Apr 2021, 04:30 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 04:30 WIB
Keluarga yang menengok peserta karantina di GOR Satria, Banyumas, dibatasi jeruji besi. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Banyumas)
Perbesar
Keluarga yang menengok peserta karantina di GOR Satria, Banyumas, dibatasi jeruji besi. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Banyumas)

Liputan6.com, Semarang - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota menyiapkan tempat karantina dan peralatan pendukung pemeriksaan bagi masyarakat yang nekat mudik ke kampung halaman saat Lebaran 2021.

"Kami berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri dan terpusat," kata Kepala Dinkes Provinsi Jateng Yulianto Prabowo di Semarang, Rabu.

 

Selain itu, tempat-tempat isolasi mandiri yang selama ini sudah dipersiapkan pemerintah kabupaten/kota akan tetap dipertahankan hingga musim mudik, lebaran mendatang.

Ia berharap masyarakat mematuhi larangan mudik Lebaran pada tahun ini yang bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus ataupun penyebaran kasus baru COVID-19 di Jateng.

"Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap bersabar, dan tidak perlu mudik pulang kampung pada libur Lebaran," ujarnya, dikutip Antara.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Antara PPKM dan Vaksinasi Covid-19

Uniknya rumah isolasi covid 19 berkonsep Tenda Glamour Camping di Tangsel
Perbesar
Kondisi tempat tidur di ruang isolasi yang berada di Rumah Lawan COVID (RLC) Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (11/2/2021). Pemkot Tangsel membangun tenda darurat berkonsep Tenda Glamour Camping (glamping) untuk menampung pasien Covid-19 di pusat karantina tersebut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut dia, idealnya masa karantina itu selama 2 minggu. Akan tetapi, hal itu masih melihat perkembangan di lapangan karena pada prinsipnya mudik dilarang.

"Kalau dari sisi kesehatan itu, nanti nunggu kebijakannya seperti apa. Namun, yang jelas Pak Gubernur sudah sampaikan bahwa akan ada isolasi dan kemudian random sampling untuk mengetahui bagaimana kondisi para pemudik apabila ada," katanya.

Yulianto menyebut saat ini jumlah kasus COVID-19 terus mengalami penurunan seiring dengan masifnya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Bahkan, lanjut dia, program vaksinasi juga berjalan dengan baik dan sudah ada satu juta jiwa warga Jateng mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk bersabar dan menaati larangan mudik Lebaran 2021 guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓