Cerita Tim Gabungan Berjibaku Cari Jasad Banjir Bandang dan Longsor Adonara Flores Timur

Oleh Dionisius Wilibardus pada 05 Apr 2021, 07:21 WIB
Diperbarui 05 Apr 2021, 10:46 WIB
Jenasa korban banjir bandang longsor Adonara-Flores Timur, NTT. Foto Istimewah
Perbesar
Jenasa korban banjir bandang longsor Adonara-Flores Timur, NTT. Foto Istimewah

Liputan6.com, Flores Timur - Tim gabungan, TNI, dan Polri bersama masyarakat berhasil mengevakuasi sejumlah jenazah korban bencana banjir bandang di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya evakuasi dilakukan sejak Minggu pagi (4/4/2021). Dalam evakuasi tersebut, sebanyak 58 berhasil ditemukan.

"Sebanyak 54 jenazah yang sudah berhasil ditemukan adalah warga Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, dan 4 lainnya merupakan warga Kelurahan Lawerang, Kecamatan Adonara Timur,” ungkap Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, kepada Liputan6.com, Minggu (4/4/2021).

Dirinya juga menyebut, ada tiga orang yang dinyatakan hilang dari Desa Riang Baran, Kecamatan Wotan Ulomado, masih dalam proses pencarian oleh warga yang dibantu aparat TNI dan Polri.

"Saat ini pemerintah bersama TNI/Polri dan stakeholder terkait serta masyarakat masih melakukan upaya pencarian korban yang belum ditemukan” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, akibat banjir bandang dan tanah longsor, ratusan orang mengalami luka-luka dan ratusan rumah warga rusak dan tertimbun material longsor.

"Korban luka-luka saat ini dalam perawatan tim medis baik dari RSUD Flores Timur maupun Puskesmas terdekat di Pulau Adonara," ujarnya.

Agustinus menambahkan, selain fokus mencari korban yang belum ditemukan, pemerintah daerah juga sudah mendistribusikan bantuan darurat bagi warga yang terdampak banjir bandang maupun tanah longsor, serta membuka dapur umum.

"Kita sudah siapkan posko dan dapur umum bagi warga terdampak bencana," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan Warga Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Minggu (4/4/2021) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.

Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli kepada Liputan6.com mengatakan, berdasarkan laporan Kades Nelelamadike, saat ini ratusan warga dinyatakan meninggal dan belum dapat dievakuasi seluruhnya. Selain itu puluhan rumah tertimbun longsor.

"Saya telepon Kades Nelelamadike pak Pius Pedang, Mayat yang sudah dievakuasi belasan orang, yang dilaporkan korban meninggal tertimbun ratusan orang, belum bisa digali karena tidak ada alat berat," ujar Payong Boli.

2 dari 2 halaman

Simak Juga Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓