Langkah Pemkab Garut Usai Kecelakaan Maut Truk Tabrak Madrasah Tewaskan 3 Orang

Oleh Liputan6.com pada 04 Apr 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 04 Apr 2021, 21:00 WIB
Wabup Helmi Budiman memberikan penjelasan di depan wartawan usai mengikuti pelaksanaan pelatikan MUI Garut di Pendopo, Garut, Jawa Barat.
Perbesar
Wabup Helmi Budiman memberikan penjelasan di depan wartawan usai mengikuti pelaksanaan pelatikan MUI Garut di Pendopo, Garut, Jawa Barat. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut di Provinsi Jawa Barat membiayai pengobatan warga yang menjadi korban kecelakaan truk di Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan.

"Pemerintah Kabupaten Garut akan membiayai semua perawatan para korban yang sedang dalam perawatan, baik yang di rumah sakit umum ataupun yang di puskesmas setempat," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman di Garut, Sabtu.

Helmi telah mendapatkan laporan mengenai kecelakaan truk pengangkut batu bata yang menyebabkan korban jiwa dan korban luka di Kampung Harendong, Desa Sindanggalih, Jumat (2/4).

Dia mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet Garut dan Puskesmas Karangpawitan untuk menjenguk korban kecelakaan dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.

"Untuk mengecek langsung kondisi para korban dan menyampaikan rasa bela sungkawa serta sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban (kecelakaan truk) yang ditinggalkan," kata Helmi.

"Yang luka-luka agar segera lekas sembuh serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ia menambahkan.

 

2 dari 3 halaman

Kronologi Kecelakaan

Satu truk pengangkut batu bata pada Jumat (2/4) menabrak menabrak bangunan milik Yayasan Nurul Barokah dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa orang terluka.

Truk Mitsubishi dengan nomor pelat Z8229DW yang dikemudikan oleh Suhanda (50) fungsi remnya terganggu saat melewati jalan lurus yang menurun sehingga menabrak bangunan madrasah tempat anak-anak sedang belajar.

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Garut Muslih Hidayat saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu, mengatakan bahwa seorang sopir truk dan dua anak meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Menurut dia, tim dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Garut sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi truk menabrak madrasah di Kampung Harendong, Desa Sindanggalih, serta melakukan pemeriksaan lanjutan mengenai kejadian kecelakaan tersebut.

Kecelakaan itu terjadi ketika truk pengangkut batu bata yang dikemudikan oleh Suhanda (50) sedang melaju dari arah Kampung Nangoh menuju Kampung Harendong pada Jumat (2/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Truk Mitsubishi dengan nomor polisi Z8229DW yang dikendarai oleh Suhanda diduga fungsi remnya bermasalah saat melalui jalan lurus menurun di Kampung Harendong sehingga menabrak bangunan madrasah milik Yayasan Nurul Barokah.

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓