Buntut Teror Bom Makassar dan Penyerangan Mabes Polri, TNI-Polri akan Bentuk Posko Komando Taktis

Oleh Fauzan pada 02 Apr 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 02 Apr 2021, 18:41 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabaintelkam Mabes Polri Komjen Pol Paulus W kunjungi Gereja Katedral Makassar (Liputan6.com/Fauzan).
Perbesar
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabaintelkam Mabes Polri Komjen Pol Paulus W kunjungi Gereja Katedral Makassar (Liputan6.com/Fauzan).

Liputan6.com, Makassar - Usai aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan teror wanita bersenjata di Mabes Polri, pihak TNI-Polri kini memperketat pengamanan di sejumlah objek vital yang ada di penjuru tanah air. Pengetatan pengamanan itu juga dilakukan dalam rangka perayaan Hari Paskah bagi umat nasrani. 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI dan Polri nantinya akan membuat Posko Komando Taktis atau Poskotis disejumlah daerah yang ada di Tanah Air.

"Kemudian kami juga akan membuat Poskotis yakni Posko Komando Taktis, gabungan TNI dan Polri," kata Hadi di depan Gereja Katedral Makassar, Jumat (2/4/2021). 

Hadi menyebutkan bahwa setiap daerah nantinya akan dibentuk empat Posko Komando Taktis. Dalam setiap Posko Komando Taktis itu berisikan pasukan pengamanan dari TNI dan Polri. 

"Di wilayah-wilayah yang perlu di perkuat," ucap dia. 

Terkhusus di Makassar, lanjut Hadi, sedikitnya 1000 pasukan TNI dan 1900 personel Polri telah disebar ke penjuru Kota Daeng untuk mengamankan pekan suci yang berlangsung hingga hari Minggu 4 April 2021. 

"Jumlah pasukan dari TNI ada 1001 orang dari polri ada 1900 khusus di Kota Makassar. Kemudian di Jakarta kemarin ada 5000 sekian," sebutnya. 

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓