3 Hari Hilang Diseret Buaya, Jasad Nelayan Konawe Utara Ditemukan Tak Utuh

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 01 Apr 2021, 05:00 WIB
Diperbarui 01 Apr 2021, 05:00 WIB
Korban diduga diterkam buaya di Konawe Utara, usai ditemukan tim SAR Gabungan.(Liputan6.com/dokumen Kantor SAR Kendari)
Perbesar
Korban diduga diterkam buaya di Konawe Utara, usai ditemukan tim SAR Gabungan.(Liputan6.com/dokumen Kantor SAR Kendari)

Liputan6.com, Kendari - Gelardin (52), seorang nelayan di Konawe Utara, hilang saat memancing ikan di Sungai Padalere, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Minggu (28/3/2020). Korban diduga diterkam buaya saat pertama kali hilang usai ada keterangan saksi mata yang mendengar korban berteriak meminta tolong.

Tim SAR gabungan bergerak dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak utuh setelah tiga hari pencarian. Korban ditemukan berjarak sekitar 250 meter dari lokasi kecelakaan awal, Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 08.20 Wita.

Kepala Kantor SAR Kendari, Aris Sofingi melalui Humas Wahyudi, mengatakan, korban ditemukan sesuai ciri-ciri awal saat dilaporkan hilang. Saat terlihat oleh tim pencari, korban sudah kehilangan beberapa bagian tubuhnya.

"Tim SAR gabungan menemukan tubuh korban dalam kondisi tak utuh," ujar Wahyudi.

Dia menyebut, pihaknya tak bisa menjelaskan soal benar atau tidak buaya di Konawe Utara menerkam korban. Namun, ada saksi mata yang menyatakan sempat mendengar korban meminta pertolongan. Keterangan lainnya, tim pencari yang turun selama 3 hari, sempat memergoki seekor buaya di sungai.

Kapolsek Wiwirano Iptu Reza Amirudin menyatakan, anggotanya sudah memeriksa 3 orang saksi mata. Ketiganya petani yang berkebun di dekat lokasi korban hilang.

"Mereka bilang, mendengar korban berteriak dengan bahasa lokal. Tolong matimi saya ada buaya, begitu katanya" ujar Reza, dihubungi via telepon seluler.

Soal keberadaan buaya, Iptu Reza membenarkan warga sering melihat buaya berkeliaran di sekitar sungai Padalere Konawe Utara. Awal tahun 2020, mereka pernah menangkap buaya, namun kembali melepaskan ke sungai.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Simak juga video pilihan berikut ini:


Korban Buaya di Konawe Utara

Warga kerap melaporkan wilayah sungai di Konawe Utara sebagai lokasi kemunculan buaya. Bahkan, pihak BKSDA Sultra pernah memasang papan pemberitahuan lokasi rawan buaya dan himbauan waspada di sungai Lasolo, Konawe Utara. BKSDA pernah kali mengevakuasi buaya berukuran besar di wilayah itu.

Tercatat, 2019 serangan buaya menewaskan seorang ibu rumah tangga di wilayah Sungai Lalindu Desa Sambandete Kecamatan Oheo Konawe Utara, Kamis (26/12/2019), sekitar pukul 09.35 Wita. Korban bernama Rugaya, seorang ibu rumah tangga. Ia diterkam buaya di depan mata anaknya.

Kejadian kedua, terjadi di Sungai Tapuusuli, Desa Tapuusuli, Kecamatan Andowia. Saat itu, Jumat (27/12/2019), Ema (40) seorang perempuan kembali dimangsa seekor buaya. Dia juga dimangsa di depan anaknya ketika keduanya mencari kerang sungai. Sebelum diterkam dan menghilang di dalam air, korban sedang berada ditepi sungai.

Tidak hanya itu, beberapa lokasi desa di pesisir sungai Kabupaten Konawe Utara, melaporkan adanya buaya yang muncul dan naik ke darat. Di wilayah Desa Tapuuwatu, warga sempat takut berkebun di sekitar sungai karena melihat buaya naik dan berjemur di lokasi bekas pemukiman yang hanyut usai banjir besar 2019.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya