Target Belajar Tatap Muka Juli 2021, Ini Persiapan Pemkot Solo

Oleh Liputan6.com pada 20 Mar 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 20 Mar 2021, 18:00 WIB
Simulasi sekolah tatap muka di SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur (Foto: Dok Istimewa)
Perbesar
Simulasi sekolah tatap muka di SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur (Foto: Dok Istimewa)

Liputan6.com, Solo - Pemerintah Kota Surakarta menyatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tergantung dari kesiapan tiga unsur, yaitu dinas pendidikan, sekolah, dan orang tua siswa.

"Ini tugas pemerintah untuk memastikan sekolah-sekolah yang sudah dipersiapkan oleh Dinas pendidikan siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, sementara ini yang didaftar hanya 23 sekolah SMPN/swasta termasuk MTS," kata Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa di sela peninjauan simulasi di SMP Widya Wacana Solo, Jumat.

Dari hasil peninjauan, dikatakannya, sekolah-sekolah yang melakukan simulasi PTM tersebut sudah memenuhi syarat. Meski demikian, diakuinya, kesiapan tersebut tergantung dengan kondisi finansial masing-masing sekolah.

"Fungsinya adalah tidak mengurangi protokol kesehatan agar bisa tatap muka di bulan Juli yang akan datang," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan simulasi hingga uji coba belajar tatap muka tersebut merupakan tahapan dari pelaksanaan PTM itu sendiri. Menurut dia, meski nanti PTM sudah dimulai, bagi sekolah yang belum siap melaksanakannya tidak akan diizinkan oleh pemerintah.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Satgas Covid-19 di Masing-Masing Sekolah

"Termasuk sekolah swasta yang siap tetapi orang tua tidak mengizinkan ya pemerintah tidak mengizinkan, Dinas pendidikan, sekolah, dan orang tua harus satu pikiran, satu tujuan, maka pembelajaran baru diizinkan," katanya.

Meski saat ini simulasi baru dilakukan untuk tingkat SMP, dikatakannya, tidak menutup kemungkinan PTM juga akan dilakukan di tingkat SD.

"SD ada yang sudah simulasi, ini jadi pertimbangan juga. Bisa saja nanti mulai bulan Juli PTM bisa diikuti oleh 3-4 SD secara bersamaan. Saya kira tidak ada yang tidak mungkin, sepanjang dinas pendidikan dan sekolah siapkan infrastruktur," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani mengatakan simulasi PTM diserahkan ke masing-masing sekolah. Ia mengatakan terkait kesiapan PTM tersebut masing-masing sekolah juga diminta untuk membentuk satgas COVID-19.

"Satgas ini yang membentuk sekolah sendiri namun tetap kami monitor. Jika nanti ada yang positif akan kami tracing, kami lihat dulu kasusnya seperti apa," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓