Aksi Seniman Mural Bikin Cantik Puing Kediaman Veteran Perang di Bengkulu

Oleh Yuliardi Hardjo Putro pada 15 Mar 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 15 Mar 2021, 18:00 WIB
Geliat Seniman Mural Bengkulu Di Puing Kediaman Veteran Perang
Perbesar
Para seniman Mural menggelar pameran di lokasi puing bekas rumah salah seorang veteran perang di Bengkulu. (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Liputan6.com, Bengkulu - Para seniman lukis pada media dinding atau biasa disebut seniman Mural melakukan gelar karya bertajuk "Pameran Mural Muralan #2". Ajang unjuk kreasi seni ini menarik, karena digelar pada lokasi puing bekas rumah milik salah seorang veteran perang RI (alm) Bachtiar Hosen di Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.

Tidak kurang dari 30 seniman Mural Bengkulu ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang digelar sejak tanggal 14 hingga 21 Maret 2021. Puing rumah sang legiun veteran Bachtiar Hosen yang tercatat dalam sejarah sebagai pejuang veteran yang tergabung dalam pasukan Tentara Pelajar (TP) Sriwijaya tersebut memang terlihat tidak terawat sejak terjadinya musibah kebakaran beberapa waktu lalu.

Putri bungsu almarhum Bachtiar Hosen, Maya Safira S.Psi mengatakan, sejak musibah kebakaran beberapa tahun lalu, hanya sebagian kecil saja yang diperbaiki atau direnovasi. Banyak dinding bangunan dua lantai sisa kebakaran yang tidak terurus dan kurang nyaman dipandang. Para seniman mural menawarkan diri untuk mempercantik dengan sentuhan seni dan sebagai wujud penghormatan kepada sang veteran.

"Kami membuka diri dan sangat berterima kasih," kata Maya, di Bengkulu Minggu 14 Maret 2021.

Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi yang berkesempatan hadir melihat secara langsung kegiatan para seniman tersebut mengaku salut dan mendukung semangat para seniman untuk mengekspresikan naluri seni mereka melalui karya lukis.

Beberapa karya bahkan dinilainya sejalan dengan program pemerintah Kota Bengkulu yang saat ini sedang gencar dilakukan. Seperti kampanye kebersihan Kota Tanpa Sampah, Bengkulu Religius dan Bahagia.

"Kita memberikan ruang kepada seniman untuk terus berkarya," tegas Dedy.

2 dari 3 halaman

Pandemi Jangan Dijadikan Alasan

Geliat Seniman Mural Bengkulu Di Puing Kediaman Veteran Perang
Perbesar
Pengunjung Pameran Seni Mural Bengkulu memanfaatkan kesempatan untuk berfoto di lokasi gelar karya seniman mural. (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Pemerihati seni dan budaya Bengkulu Alcala Zamora menilai gelar karya seniman mural yang dilakukan puluhan pegiat seni rupa di Bengkulu ini sebagai bentuk pengumuman kepada masyarakat bahwa dunia seni rupa Bengkulu terus bergeliat. Pandemi Covid-19 yang menimpa seluruh sendi kehidupan beberapa waktu ini, menurutnya, jangan dijadikan alasan untuk berdiam diri dan bermalas-malasan.

"Pandemi jangan dijadikan alasan, selama protokol kesehatan dijalankan, Insha Allah kita bisa beraktifitas dengan aman," ujar Alcala.

Dia juga berharap para seniman tidak takut melakukan kritik saat mengekspresikan karya seninya. Tetapi harus mengedepankan nilai estetika dan memperhatikan norma yang berlaku di masyarakat. Pemerintah juga diharapkan mau membuka diri untuk berkomunikasi dan menerima kritikan. Apalagi di era yang serba terbuka dan global saat ini memberikan ruang yang sangat luas bagi semua masyarakat untuk meluapkan ekspresinya.

"Seniman dan pemerintah harus sejalan, silang pendapat itu biasa dan harus ada jalan tengah," ungkapnya.

Koordinator Seniman Mural Bengkulu Evan Sudiwiyanto mengaku, mereka lebih suka disebut sebagai Atlet Mural. Alasannya, membuat karya seni mural tidak hanya butuh naluri dan kecermatan dalam membat karya. Mereka juga butuh tenaga, semangat dan suasana sportivitas.

"Atlet itu butuh latihan secara terus menerus untuk berprestasi, semangat ini yang kami pakai guna mengasah kemampuan berkesian kami," Evan menegaskan.

Pameran Seni Mural Muralan #2 ini juga untuk mengasah kemampuan para seniman yang terus bersemangat berkarya. Dia berharap bisa diberi kesempatan untuk memanfaatkan ruang publik di Kota Bengkulu untuk menumpahkan imajinasi para seniman mural dalam karya seni rupa yang bertanggung jawab.

"Kehadiran Wakil Wali Kota di kegiatan kami menjadi simbol bahwa kami ada dan diakui, terima kasih," kata Evan Sudiwiyanto.

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓