Mengintip Keistimewaan Masjid Hadiah Putra Mahkota UEA yang Mulai Dibangun di Solo

Oleh Liputan6.com pada 07 Mar 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 07 Mar 2021, 06:00 WIB
Peletakan batu pertama proyek pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, dilakukan pada Sabtu (6/3/2021).
Perbesar
Peletakan batu pertama proyek pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, dilakukan pada Sabtu (6/3/2021).

Liputan6.com, Solo - Pemerintah mulai melakukan pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang merupakan simbol persahabatan Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) di Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Jawa Tengah.

"Masjid yang punya nilai sejarah kontemporer ini akan didedikasikan kepada seluruh umat Islam dan dikelola oleh Pemerintah RI. Masjid ini Insya Allah akan membawa manfaat yang besar kepada masyarakat," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo di Solo, Sabtu.

Ia mengatakan masjid yang merupakan hibah dari putra mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed An Bahan untuk Presiden Joko Widodo tersebut adalah monumen persahabatan dua negara, yaitu UEA dan Indonesia.

"Masjid ini akan menjadi salah satu mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan masjid yang dibangun dengan hibah penuh dari putra mahkota UEA tersebut diharapkan bukan hanya jadi tempat salat berjamaah tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah, sosial dan pembinaan umat serta destinasi wisata religi.

Sementara itu, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazroui mengatakan Pemerintah UEA berupaya agar bangunan masjid tersebut mendekati dengan masjid yang ada di Abu Dhabi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Arsitektur Istimewa

Sejarah Munculnya Tabligh
Perbesar
Ilustrasi Masjid Credit: pexels.com/David

"Seperti kita ketahui bersama bahwa masjid itu merupakan simbol dari arsitektur yang begitu istimewa, bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi destinasi wisata. Masjid yang dibangun di sini bukan hanya mencerminkan ketinggian dari arsitektur bangunan tetapi juga bisa menjadi sumber devisa," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah UEA merasa bangga terhadap bangsa Indonesia dan optimistis di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang kompetitif di bidang ekonomi dan ilmu pengetahuan.

"Indonesia juga merupakan negara yang terbesar dari segi perekonomian dan kita berharap Indonesia ini dapat menjadi model bagi dunia Islam," katanya.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang memberikan sambutan dengan menggunakan bahasa Inggris berharap masjid tersebut bisa membangun ilmu pengetahuan, teknologi dan sains untuk masyarakat muslim di Solo dan di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Menteri BUMN Erick Thohir dan sejumlah pejabat dari UEA.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓