Dorong Perekonomian Bali, BI Ajak UMKM Gunakan Akses Digital

Oleh Dewi Divianta pada 07 Mar 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 07 Mar 2021, 07:00 WIB
Kepala BI Bali, Trisno Nugroho (tengah)
Perbesar
Kepala BI Bali, Trisno Nugroho (tengah) (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) dalam upaya perbaikan ekonomi Bali mendorong para pelaku UMKM menggunakan transaksi secara digital atau secara online.

Kepala KPwBI Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan pembatasan aktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat memengaruhi kebiasaan konsumen.

"Pergeseran kebiasaan konsumen akibat pandemi menjadi serba digital. Di mana yang dulunya dilakukan secara offline sekarang mayoritas dilakukan secara online," katanya di Denpasar, Sabtu (6/3/2021).

Di sela kegiatan 'Edukasi IKM Bali bangkit dan IKM Kabupaten/Kota se-Bali', Ia menyebut saat ini semua generasi harus terbiasa dengan aktivitas digitalisasi.

"Ini (digitalisasi) bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tapi hingga keperluan pekerjaan. Situasi ini harus direspons baik oleh pelaku UMKM," ucapnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembayaran secara Digital Naik 700 Persen

Trisno melanjutkan, dalam kondisi tersebut Bank Indonesia mendukung semua kegiatan pameran dan edukasi yang berguna untuk menstimulus geliat aktivitas ekonomi, mulai dari konsumsi masyarakat, salah satunya dengan membuat kegiatan 'Digitalisasi Proses Bisnis menyongsong Era Baru'.

"Bank Indonesia sangat mendukung program Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) khususnya di Bali. Di bali kini sudah giat lakukan on boarding terhada 1.325 UMKM dengan target 10 ribu UMKM selama tahun 2021. Semuanya perlu melakukan dukungan pembayaran berbasis nirsentuh seperti quick response code standard (QRIS). QRIS bukannya aplikasi tapi kebijakan standarisasi QR Code pembayaran sesuai rekomendasi WHO," ujar Trisno.

Menurutnya, per 26 Februari 2021 jumlah merchant QRIS di Bali mencapai 191.535 merchant, angka tersebut meningkat hingga 700 persen dibandingkan Desember 2019.

"Ini menunjukkan bahwa QRIS sangat tepat digunakan oleh UMKM karena faktor CEMUMUAH (cepat, mudah, murah, aman dan handa). QRIS juga aman karena diawasi oleh Bank Indonesia sebagai otoritas di sistem pembayaran," tuturnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓