Geger Temuan Anak Ikan Hiu Mirip Wajah Manusia di NTT

Oleh Dionisius Wilibardus pada 27 Feb 2021, 02:00 WIB
Diperbarui 27 Feb 2021, 02:00 WIB
Seekor anak ikan hiu mirip wajah manusia ditemukan warga Rote Ndao. (Foto Istimewah)
Perbesar
Seekor anak ikan hiu mirip wajah manusia ditemukan warga Rote Ndao. (Foto Istimewah)

Liputan6.com, NTT - Penemuan seekor ikan hiu kecil yang menyerupai wajah manusia di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat geger warga.

Abdullah Fero (48), nelayan yang menangkap ikan unik tersebut mengatakan, ikan unik itu ditemukannya pada Minggu (21/2/2021) saat ia melaut di perairan Papela tepatnya di Butupulu, Sebelah Timur Pos Angkat Laut (Posal) Papela.

"Sekitar jam 11 malam saya tarik pukat ternyata dapat ikan hiu yang kira-kira berukuran 1 meter lebih," kata Abdullah.

Ia menjelaskan, setelah mendapat ikan tersebut, ia tidak langsung pulang tetapi masih terus mencari hingga pukul 02.00 Wita. Paginya, sekitar pukul 06.00 Wita, ia membelah ikan Hiu itu dan ternyata di dalam isi perut ikan itu ditemukan dua ekor anak hiu.

Menurutnya, satu ekor anak hiu dalam keadaan normal, namun satunya berbeda dengan ikan pada umumnya.

"Saya terkejut kerena sudah ulang-ulang saya pergi pukat bahkan melintas di perairan Australia tapi tidak pernah dapat ikan hiu yang modelnya seperti ini," kata Abdullah.

Saat ini, ia memilih mengawetkan ikan tersebut dalam sebuah toples kaca. Penemuan ikan berwajah manusia manusia itu pun menarik perhatian warga sekitar. Warga berbondong-bondong ke rumah Abdullah untuk melihat makluk unik tersebut.

Kepala SPKT II Polsek Rote Timor, Bripka Eliazar Beten mengatakan, penemuan ikan berwajah manusia itu menyedot perhatian warga. Untuk menghindari kerumunan, polisi sudah meminta nelayan itu untuk mengamankan ikan tersebut di rumahnya.

Saat ini, kata dia, ikan tersebut sudah diawetkan di sebuah tempat sambil menunggu informasi lanjutan.

"Sudah diawetkan. Siapa tau ada peneliti yang mau ambil untuk meneliti," ujarnya, Rabu (24/2/2021).

 

2 dari 4 halaman

Simak Juga Video Pilihan Berikut:

3 dari 4 halaman

Kata Ahli

Sementara Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan UKAW Kupang, Alfred G.O. Kase, yang juga menjabat Kepala Lembaga Penelitian-UKAW mengatakan, ikan tersebut lahir dalam keadaan tidak sempurna lantaran belum cukup usianya.

"Anak ikan lainnya normal, hanya satu saja yang aneh. Dugaannya dia belum cukup umur, makanya cacat. Apalagi ditemukan setelah tubuh induknya dibelah. Seperti anak ayam atau binatang lainnya, jika belum cukup umur, biasanya berbeda dengan lainnya. Ini analisa saya, tapi perlu pembuktian pemeriksaan lagi," katanya.

Ia menjelaskan cara reproduksi jenis ikan hiu disebut, Ovovivipar yang merupakan golongan ikan yang bertelur, namun telurnya berada dalam tubuh induknya dan mengalami masa inkubasi atau pengeraman di dalam tubuh induknya, sampai melahirkan atau beranak. Bila usia kandungan atau anaknya sudah cukup atau organ tubuhnya berkembang atau tumbuh sempurna.

Sepanjang masa inkubasi, ikan jenis hiu ini bisa memangsa saudaranya sendiri sebelum dilahirkan. Hal ini merupakan strategi reproduksi ikan jenis hiu disaat suplai makanan dari induknya mulai berkurang.

Selain itu, Ikan jenis hiu tidak memiliki plasenta seperti jenis ikan lainnya. Ikan yang memiliki plasenta, biasanya tidak memangsa saudaranya saat masih di tubuh induknya. Sementara yang tidak memiliki plasenta, bisa memangsa saudaranya.

"Masa inkubasi ini tergantung jenis ikannya. Ada yang lama, ada yang cepat. Sehingga kecurigaan saya, mungkin anak hiu itu belum masanya untuk dilahirkan," katanya menjelaskan.

4 dari 4 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓