Pesan Ridwan Kamil Saat Melantik 5 Kepala Daerah di Jabar

Oleh Huyogo Simbolon pada 26 Feb 2021, 12:08 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 12:12 WIB
Lantik kepala daerah
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik dan mengambil sumpah lima kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021). (Foto: Humas Jabar)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik dan mengambil sumpah lima kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021). Dalam pidatonya, Ridwan menyampaikan tiga pesan penting kepada para kepala daerah terpilih di Jabar tersebut.

Rincian pasangan kepala daerah terpilih yang dilantik hari ini yakni Bupati/Wakil Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Iyos Somantri, Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Nina Agustina dan Lucky Hakim, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Ujang Endin Indrawan, Bupati dan Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Aep Syaepuloh, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.

"Saya titip tiga pesan saja yang selalu saya sampaikan. Pertama, benteng integritas. Saya titip godaan akan banyak dalam perjalanan bapak ibu sebagai pemimpin kuncinya adalah kuatkan selalu niat bahwa niat selaku pemimpin adalah memberikan kebermanfaatan," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Menurut Emil, tugas pemimpin setiap hari adalah mengambil keputusan. Oleh karena itu, ia meminta agar kepala daerah terpilih dapat menjaga integritas.

"Sejarah sudah membuktikan banyak pemimpin berguguran oleh jebolnya benteng integritas," ujarnya.

Emil menambahkan, pesan integritas ini juga harus disampaikan kepala daerah terpilih ke aparat kewilayahan di masing-masing daerah.

"Integritas ini juga harus jadi sistem, oleh karena itu bangun sistem integritas di daerah dalam birokrasi," ucapnya.

Selain integritas, Emil juga meminta para bupati/wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota terpilih untuk melayani masyarakat dengan ikhlas sepenuh hati. Ia meminta agar para pemimpin bersabar menghadapi situasi dan dinamika di masyarakat.

"Diperlukan kesabaran, diperlukan rasa sayang, apapun itu mereka adalah rakyat kita. Jadilah pemimpin yang turun tangan bukan pemimpin yang tunjuk-tunjuk tangan. Jadilah pemimpin yang memberikan solusi bukan meminta-minta atau yang membutuhkan pertolongan," kata Emil.

Selain itu, Emil juga menyampaikan agar para kepala daerah bekerja secara profesional di masa pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan tantangan untuk menyelesaikan pandemi dibutuhkan kerja ekstra.

"Zaman kita sudah berubah, zaman kita sudah diinterupsi oleh covid. Oleh karena itu, kita tidak bisa lagi menggunakan logika-logika lama pasca covid, beradaptasilah dengan segala teknologi agar bisa produktif tanpa menggunakan pola-pola yang lama," tuturnya.

Adapun pelantikan bupati dan wakil bupati Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sementara, untuk pelantikan bupati dan wakil bupati Kabupaten Cianjur rencananya dilaksanakan selang satu bulan setelah pelantikan lima kepala daerah tersebut. Hal itu dikarenakan masa jabatan bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2015-2021 baru berakhir April mendatang.

Kegiatan pelantikan di Gedung Merdeka dilakukan secara langsung meski undangan yang diizinkan masuk ke lokasi pelantikan dibatasi. Sementara, para undangan lain mengikuti prosesi melalui siaran langsung dari Youtube Humas Pemprov Jabar.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓