Bukan Mimpi, di Madiun Masih Ada Soto Ayam Pakai Nasi Seporsi Cuma Rp1.000

pada 25 Feb 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 11:00 WIB
Soto Murah Meriah
Perbesar
Warung Soto Sewu Mawon di Jalan Suhud Nosingo, Kelurahan Kejuron, tepatnya di depan SMAN 6 Madiun, menjual soto hanya dengan Rp1.000 per porsi. (Abdul Jalil/ Madiun Pos)

Madiun - Murah banget, kalimat itu tidak berlebihan untuk menggambarkan harga soto di Kota Madiun yang satu ini. Betapa tidak, satu porsi soto lengkap dengan nasi hanya dihargai Rp1.000 saja. Bahkan harga sotonya lebih murah dari tarif parkir warung soto yang ada di Jalan Suhud Nosingo, Kelurahan Kejuron, tepatnya di depan SMAN 6 Madiun itu. 

Di warung soto bernama Sewu Mawon alias 'seribu saja' itu semua makanan dan minuman dibanderol dengan Rp1.000 saja. Pemilik warung Sewu Mawon, Sugianto (30) dan adiknya, Agus Suprianto (27) menceritakan, warung soto murah Sewu mawon baru dibangun pada 31 Desember 2020. Selain mencari penghasilan, niat awal keduanya membangun rumah makan itu adalah untuk membantu warga mendapatkan makanan murah meriah.

Sugianto menyadari, pandemi Covid-19 yang sudah berjalan satu tahun ini membuat banyak orang kesusahan secara ekonomi, apalagi banuak karyawan yang dipecat dari pekerjaannya. Dalam kondisi demikian, orang tentu akan kesulitan mendapatkan makanan jika harganya tidak terjangkau.

Atas dasar itu, dia bersama adiknya berinisiatif mendirikan warung makan murah ini untuk membantu warga yang sedang dilanda kesusahan di tengah pandemi.

"Ya selain mencari uang dari berjualan soto, juga sekalian membantu warga yang sedang tidak punya uang," kata Sugianto, seperti dikutip Solopos, Kamis (25/2/2021).

Selain menjual menu soto, Sugianto juga menyediakan satai usus maupun gorengan tempe dengan harga yang sama, yaitu hanya Rp1.000 saja. Sedangkan untuk minuman berupa teh hangat juga dihargai Rp1.000.

"Jadi biasanya orang makan habis Rp3.000, satu porsi soto, satu gorengan atau sundukan, dan minuman," ujar pria yang masih bujang itu.

Pelanggan yang kerap menyantap nasi soto di warungnya pun cukup beragam, ada pelajar, pekerja serabutan, pengayuh becak, petugas kebersihan, pedagang keliling, dan lainnya. Sugianto sadar betul dengan menjual nasi soto Rp1.000, keuntungannya sangat kecil. Namun, keuntungannya terbantu dari berjualan gorengan dan minuman.

"Kalau soto semangkuk harga Rp1.000 itu tidak untung dan tidak rugi, impas lah. Keuntungannya diambil dari berjualan gorengan dan minuman," katanya.

Meski begitu, Sugianto bersama adiknya akan tetap tekun menjalani pekerjaannya sebagai penjual nasi soto Rp1.000 ini. Dia biasanya buka pukul 05.30 WIB dan habis sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca juga berita Solopos lainnya di sini.

 

 

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓