Banyak Tenaga Kesehatan di Sumbar Hipertensi, Vaksinasi Covid-19 Baru Tercapai 75 Persen

Oleh Novia Harlina pada 20 Feb 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 20 Feb 2021, 14:00 WIB
Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua Dimulai
Perbesar
Petugas medis menyiapkan vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Padang - Hingga Jumat, 19 Februari 2021, sebanyak 75,09 persen atau 24.323 tenaga kesehatan di Sumatera Barat sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di provinsi ini, Dinas Kesehatan Sumbar menghadapi sejumlah kendala sehingga target yang sudah ditetapkan berkemungkinan tidak tepat waktu.

"Total tenaga kesehatan yang divaksin yakni sebanyak 32.391 orang, kemudian Kemenkes menargetkan pada 21 Februari seluruh nakes sudah divaksin," kata Kepala Dinkes Sumbar Arry Yuswandi, Jumat (19/2/2021).

Sejumlah kendala yang dihadapi dinkes, lanjutnya, yakni adanya keterlambatan memulai vaksinasi akibat menunggu pencanangan dari kepala daerah di kabupaten dan kota.

Pihaknya memperkirakan terdapat 7 hari tanpa vaksinasi sejak pencanangan di provinsi ini, kemudian banyaknya nakes yang memiliki komorbit berupa hipertensi dan diabetes melitus (DM).

Bahkan, pernah pada saat vaksinasi Covid-19, dari 4.300 yang ditargetkan pada hari itu, hanya 800 orang yang memenuhi syarat untuk divaksin, sedangkan sisanya terpaksa ditunda karena hipertensi dan DM.

Namun demikian, pihaknya mengaku tetap berupaya maksimal untuk mencapai target vaksinasi yang sudah ditetapkan Kemenkes.

Oleh sebab itu, Arry mengimbau agar kabupaten dan kota yang persentase vaksinasi nakesnya masih di bawah 50 persen agar dapat melakukan vaksinasi hingga akhir pekan ini.

"Daerah yang masih di bawah 50 persen itu di antaranya Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Mentawai, harus dikejar, tidak ada yang libur, Sabtu Minggu tetap vaksinasi," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Perkembangan Kasus Covid-19 Sumbar

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman menyebut penanganan Covid-19 di Sumbar berjalan dengan baik.

Menurutnya penanganan Covid-19 Sumbar yang berjalan baik itu karena provinsi ini memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus menegaskan tentang protokol kesehatan atau adaptasi kebiasaan baru.

"Tingkat kesembuhan sudah 94 persen, ini tertinggi di indonesia dan tingkat hunian covid juga rendah," ujarnya.

Data per 19 Februari 2021, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumbar mencapai 28.509 orang, 26.729 di antaranya sudah sembuh, dan 639 jiwa meninggal dunia. Sementara, sisanya masih diisolasi.

Total jumlah sampel masyarakat Sumbar yang diambil 381.491 orang, lalu untuk spesimen sampel yang diperiksa mencapai 551.718 sampel.

"Positive rate hingga kini 7,47 persen," kata Jasman.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak ketika beraktivitas di luar rumah.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓