Penambahan Jumlah Santri Terpapar Covid-19 di Pekanbaru

Oleh M Syukur pada 20 Feb 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 20 Feb 2021, 13:00 WIB
Petugas Puskesmas kecamatan dan Polsek Tampan berkoordinasi dengan pesantren yang santrinya terpapar Covid-19.
Perbesar
Petugas Puskesmas kecamatan dan Polsek Tampan berkoordinasi dengan pesantren yang santrinya terpapar Covid-19. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Klaster Pesantren Darel Hikmah, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, terus bertambah. Hingga Jumat petang, 19 Februari 2021, sudah ada 43 santri dan satu pegawai di Jalan Manyar Sakti, Kelurahan Simpang Baru itu, terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Pekanbaru M Noer menyebut awalnya hanya ada satu santri di sana terpapar Covid-19 pada 10 Februari 2021. Gejala awalnya adalah kehilangan indra perasa dan penciuman.

"Kemudian dilakukan tes swab dan ada 29 santri lainnya terkonfirmasi Covid-19," kata Noer, Jumat petang di Pekanbaru.

Menurut Noer, hasil tes usap itu tidak keluar berbarengan. Yang hasilnya keluar duluan dibawa ke rumah sakit terdekat dan fasilitas kesehatan milik daerah.

Dari jumlah itu, tidak semua santri dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Sebab, pihak pesantren ada yang memulangkan santri ke kampung masing-masing meski statusnya terkonfirmasi.

"Kemudian dilakukan lagi test swab terhadap 40 orang santri, ada juga yang menolak," kata Noer.

Dari swab 40 orang ini kemudian santri terkonfirmasi Covid-19 bertambah 14 orang. Hanya saja, beberapa santri yang terpapar meminta pulang ke kampungnya masing-masing.

"Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, ada 10 orang," kata Noer.

Noer menyebut ada 13 santri yang dirawat di rumah sakit, kemudian 7 santri di fasilitas kesehatan milik daerah, dan 14 yang baru terkonfirmasi akan dirawat di fasilitas pemerintah lainnya.

"Ini untuk mencegah penularan ke keluarga ataupun santri lainnya," sebut Noer.

 

2 dari 3 halaman

Tutup Sementara

Sebelumnya, Kapolsek Tampan Komisaris Hotmartua Ambarita SIK bersama pihak kecamatan dan dinas kesehatan sudah datang ke pesantren itu. Pihak kecamatan meminta kegiatan belajar tatap muka di lokasi dihentikan sementara.

Ambarita juga menyebut daerah sekitar pesantren sudah diisolasi. Tujuannya menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar pesantren karena dekat dengan pemukiman.

Saat berkoordinasi dengan pihak pesantren pada Kamis lalu, Ambarita meminta pesantren tidak memulangkan santri yang terkonfirmasi Covid-19 ke rumah masing-masing. Ambarita ingin santri dirawat di fasilitas pemerintah.

"Ini untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga," jelas Ambarita.

Sementara, dari Satuan Gugus Tugas Covid-19 kecamatan meminta pesantren memulangkan santri yang negatif secara bertahap. Untuk sementara, tidak ada kegiatan belajar hingga lokasi itu benar-benar bebas dari penularan Covid-19.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓