Itadakimasu, Warga Jepang Bisa Menikmati Jengkol dari Ranah Minang

Oleh Novia Harlina pada 20 Feb 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 20 Feb 2021, 11:00 WIB
Jengkol asal Ranah Minang diekspor ke jepang. (Liputan6.com/ Dok. Bea Cukai Teluk Bayur)
Perbesar
Jengkol asal Ranah Minang diekspor ke jepang. (Liputan6.com/ Dok. Bea Cukai Teluk Bayur)

Liputan6.com, Padang - Jengkol dari Sumatera Barat menembus pasar ekspor pada 2021 ini. Setidaknya 100 kilogram komoditas itu telah diekspor ke Jepang.

Jengkol yang diekspor adalah yang belum diolah atau masih dengan kulitnya, yang kemudian dapat digunakan untuk bahan masakan.

"Ini merupakan langkah awal untuk menambah jenis komoditas ekspor di Ranah Minang," Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang Iswan Haryanto mengatakan, Jumat (19/2/2021).

Ia menyebut peluang komoditas pertanian asal Sumbar di pasar luar negeri terus terbuka, menyusul banyaknya komoditas pertanian Sumbar berhasil melenggang di pasar mancanegara.

Untuk jengkol yang diekspor, lanjutnya tentu melewati proses terlebih dahulu untuk memastikan keamanan dan kesehatan komoditas bernama latin Archidendron Pauciflorum itu.

"Sertifikat kesehatan karantina tumbuhan diterbitkan guna menjamin produk telah memenuhi persyaratan negara tujuan," ujarnya.

Iswan mengatakan, data pada sistem perkarantinaan IQFAST di wilayah kerjanya, jengkol asal Sumbar belum pernah masuk pasar ekspor.

Namun, pada bulan kedua 2021, tercatat sebanyak 100 kilogram jengkol tujuan Tokyo, Jepang telah melewati sertifikasi karantina pertanian.

Ia berharap petani, pelaku usaha, dan masyarakat dapat lebih termotivasi untuk terus produktif di bidang pertanian.

"Kalau pasar ekspor sudah terbuka, maka otomatis akan turut menggerakkan ekonomi masyarakat," ia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓