Heboh Tautan Berbau Pornografi di Buku Sosiologi SMA, Disdik Jabar Angkat Bicara

Oleh Huyogo Simbolon pada 10 Feb 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 17:00 WIB
Seputar Hipotesis
Perbesar
Ilustrasi Buku Penelitian Credit: pexels.com/Elisa

Liputan6.com, Bandung - Sebuah buku pelajaran Sosiologi untuk siswa SMA kelas XII dikabarkan memuat tautan situs pornografi di dalamnya. Buku mata pelajaran itu sudah beredar di beberapa SMA Jawa Barat.

Terkait kabar tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar akan segera menindaklanjuti. Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi menyatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap situs tersebut. Setelah dikonfirmasi, tautan itu masuk ke laman kurang pantas untuk siswa SMA.

"Jadi untuk sementara bukunya ditarik dulu ke perpustakaan di sekolah. Tidak akan dimusnahkan, tapi kita minta situs tersebut diblokir saja," ujar Dedi di Bandung, Rabu (10/2/2021).

Dedi pun akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) agar mengambil tindakan memblokir situs tersebut di Indonesia. Permintaan itu disampaikan melalui surat resmi.

"Saya sudah bertemu dengan orang IT dan memang dibenarkan (ada tautan)," ungkapnya.

Menurut Dedi, temuan tautan situs dewasa pada buku pelajaran dan menyatakan hal ini harus menjadi pelajaran bersama mengenai kehati-hatian dalam mengambil rujukan dari internet sebagai bahan ajar.

"Dan harapannya kepada rekan penulis untuk mengambil sumber yang resmi saja," kata dia.

2 dari 3 halaman

Tidak Salahkan Penrbit

Temuan soal adanya buku pelajaran sosiologi SMA kelas XII diungkapkan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Jawa Barat, Iwan Hermawan. Menurut Iwan, buku tersebut telah lama terbit dan menjadi bahan ajar kurikulum 2016 mata pelajaran sosiologi bagi SMA.

"Buku tersebut sudah lama terbit dan di dalamnya merujuk ke salah satu situs tertentu tentang budaya Sunda. Ternyata situs budaya Sunda itu sepertinya sudah tidak aktif dan tidak diurus. Sehingga mungkin berganti kepemilikannya atau mungkin diretas sehingga menjadi situs komik dewasa," ujar Iwan.

Adapun buku diterbitkan oleh PT Cempaka Putih asal Klaten, Jawa Tengah. Iwan mengatakan, atas temuan tersebut pihaknya tak menyalahkan penerbit atau penulis buku. Namun, berharap Kemenkominfo segera mengambil tindakan dengan memblokir situs tersebut.

Berdasarkan penelusuran, situs tersebut saat diakses awalnya terkait situs penjual pompa industri asal China. Namun tak lama berselang, situs tersebut mengarahkan secara otomatis menghubungkan pada tautan bermuatan gambar-gambar komik dewasa dengan bahasa asing.

Iwan mengatakan buku pelajaran SMA tersebut masih beredar di masyarakat. Sebabnya, di beberapa sekolah di Jabar membeli buku tersebut dalam jumlah banyak untuk dipinjamkan ke siswa.

Adapun dananya bersumber dari bantuan operasional sekolah (BOS). "Sebagian lainnya ada juga yang disimpan di perpustakaan," kata Iwan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓