35.827 Orang Mengungsi Akibat Banjir Subang

Oleh Arie Nugraha pada 09 Feb 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 14:34 WIB
Banjir Subang
Perbesar
Sebanyak 15.014 rumah terdampak banjir Subang yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas tinggi. (Liputan6.com/ Ist)

Liputan6.com, Subang - Sebanyak 35.827 orang dari 5.764 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengungsi akibat banjir, sejak Minggu (7/2/2021), sampai hari ini, Selasa (9/2/2021).

Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalop PB - BPBD) Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu mengatakan, sebanyak 15.014 rumah terdampak banjir yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas tinggi menerus berakibat Sungai Cipunagara meluap.

"Pusdalops PB BPBD Provinsi Jawa Barat berada di lokasi kejadian, tengah melakukan asesmen dan evaluasi serta membagikan logistik kepada korban terdampak," ujar Budi.

Berdasarkan data dari Pusdalop PB - BPBD Jawa Barat sampai dengan tanggal 8 Februari 2021 pukul 23.30 WIB, terdapat 11 kecamatan yang terdampak banjir. Di antaranya adalah Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Ciasem, Kecamatan Blanakan, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Legon Kulon, Kecamatan Subang, Kecamatan Cibogo, Kecamatan Cipunagara, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Patokbeusi dan Kecamatan Tambakdahan.

Budi mengatakan otoritasnya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Subang untuk melakukan pemantauan secara intensif ke lokasi kejadian.

"Kini BPBD Kabupaten Subang tengah bekerja keras melakukan evakuasi warga," kata Budi.

Budi menambahkan dari 11 kecamatan yang terdampak banjir, meliputi 75 desa atau kelurahan di Kabupaten Subang. Sehari sebelumnya tak hanya banjir, Kabupaten Subang juga terjadi lima kejadian tanah longsor.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Barat yang pertama di Dusun Cimerta RW 08 Kelurahan Pasir Karuembi, Kecamatan Subang. Kejadian itu menyebabkan satu unit rumah tertimpa longsoran dan seorang warga terluka yang telah dibawa ke RSUD Ciereng Subang. Kejadian kedua di Kampung Cimereta Ujung, RT 24 RW 08, Kelurahan Pasir Kareumbi, Kecamatan Subang.

“Menyebabkan dua rumah rusak ringan, menutup akses jalan penghubung Kelurahan Pasir Kareumbi, Sukahurip dengan tinggi muka air mencapai 7 meter. Saat ini tengah melakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan satu unit alat berat excavator,” sebut Manajer Pusdalop Penangan Bencana BPBD Jawa Barat.

Hal serupa terjadi di Kampung Walahar RT 46 RW 19 Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang. BPBD Kabupaten Subang saat ini sedang melakukan pembersihan material.

Material longsoran menutup saluran air dan air masuk ke pemukiman warga. Budi menambahkan data lanjutan kejadian tanah longsor ini, menyebabkan pula tiga rumah terancam longsoran susulan akibat luapan air sungai menggerus dinding sungai.

Pada hari Minggu, 7 Februari 2021, hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama turun di kawasan Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebelum memasuki tengah hari. 

 

 

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓