Nasib Pembangunan Infrastruktur di Garut Saat Pandemi Covid-19 Belum Usai

Oleh Jayadi Supriadin pada 10 Feb 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 18:00 WIB
Bupati  Garut Rudy Gunawan nampak tengah melakukan inspeksi sejumlah proyek infrastrktur jalan yang akan kembali digulirkan tahun ini.
Perbesar
Bupati Garut Rudy Gunawan nampak tengah melakukan inspeksi sejumlah proyek infrastrktur jalan yang akan kembali digulirkan tahun ini. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Garut, Jawa Barat tak menghentikan Pemerintah Daerah (Pemda) Garut untuk melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur tahun ini.

Meskipun terjadi refocusing atau pengalihan anggaran untuk penanggulan Covid-19, tetapi Pemda Garut, memastikan sejumlah program pembangunan tetap berlangsung.

Kepala Bidang Bina Program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut, Gun Gun Sukma Utama mengatakan, pengalihan sejumlah anggaran untuk penanganan Covid-19, memang mengubah skala prioritas pembangunan di Garut.

Tahun lalu refocussing (pengalihan) anggaran Dinas PUPR mencapai Rp191 miliar, sementara tahun ini sudah ada Rp130 miliar yang diarahkan untuk pemulihan ekonomi akibat Covid-19 tersebut.

"Angkanya (refocusing) tahun ini mungkin tidak jauh berbeda dengan tahun lalu," kata dia.

Namun, kondisi itu tidak menghilangkan rencana sejumlah pembangunan infrastruktur di Garut meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Memang kegiatan harus ada, namun prioritasnya lebih diarahkan ke padat karya," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Selain itu, anggaran yang digulirkan difokuskan untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di sekitar lokasi kegiatan berlangsung.

"Misal bahan bangunan kan bisa diberdayakan area sekitar," kata dia.

Tahun ini pagu anggaran Dinas PURP berkisar sekitar Rp530 miliar. Jumlah itu berasal dari tiga pos yakni APBD sebesar Rp333 miliar, kemudian Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Rp125 miliar, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp72 miliar.

Untuk ABPB Garut, anggaran sebesar Rp333 miliar itu diarahkan pada 602 paket program langsung, serta 138 paket tender, termasuk pembebasan lahan di 7 lokasi.

Kemudian anggaran Banprop sebasar Rp125 miliar diperuntukkan untuk 19 tender dan 349 penunjukkan langsung yang berada di 368 lokasi wilayah Garut.

Sementara suntikan anggaran DAK yang berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp72 miliar, dibagi untuk beberapa bidang yakni Binamarga Rp40 miliar, Sumber Daya Air sebesar Rp10 miliar dan bidang infrastruktur permukiman Rp20 miliar.

Gungun menyatakan adanya refocusing membuat sejumlah pembangunan tersendat, sebut saja pembangunan infrastruktur jalan bypass Cipanas yang terkena pengalihan hingga Rp12 miliar, tetapi tahun ini kembali dilanjutkan. "Ada sekitar Rp39 miliar yang kami siapkan," ujarnya.

Di tengah upaya percepatan dan pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19 berlangsung, pihaknya, ujar dia, segera menggelar proses lelang, sehingga memasuki kuartal kedua tahun ini sudah mulai pengerjaan.

"Minimal April sudah terbit SPK-nya," dia menandaskan.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut telah mengalokasikan anggaran hingga Rp1,7 triliun untuk penanggulangan Covid-19 tahun ini. Anggaran itu terpaksa diambil di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana di Garut, mengatakan pengalihan anggaran di sejumlah SKPD dan mengarahkannya untuk penanggulangan Covid-19 sesuai instruksi Kementerian Keuangan.

 

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓