Rindu Tak Tertahan Ingin Bertemu Ayah, Remaja 14 Tahun Nekat Bunuh Diri

Oleh Miftahul Yani pada 07 Feb 2021, 02:00 WIB
Diperbarui 07 Feb 2021, 02:00 WIB
Bunuh Diri
Perbesar
Ilustrasi Bunuh Diri (iStockphoto)

Liputan6.com, Dompu - Remaja 14 tahun asal Desa Kadindi, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat nekat bunuh diri karena depresi lantaran keinginannya untuk memiliki sepeda motor tidak bisa dipenuhi orangtuanya karena himpitan ekonomi.

Korban Waliadin atau biasa disapa Adeng, warga Dusun Suka Jaya ditemukan meregang nyawa dengan lilitan tali nilon di lehernya. Diduga kuat dia bunuh diri di rumahnya pada Rabu (03/02/21) pukul 18.45 Wita.

Paur Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menceriterakan, kisah pilu itu diduga lantaran keinginan korban yang ingin dibelikan sepeda motor tidak bisa dipenuhi oleh ibu dan neneknya karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi.

Tragisnya, ternyata selama ini korban sering menanyakan keberadaan ayahnya dan sangat ingin bertemu. Hal itu sering ia tanyakan kepada ibunya.

Namun sang ibu selalu menjawab tidak tahu. Akibatnya, korban mengalami depresi dan memilih mengakhiri hidupnya.

Peristiwa mengenaskan itu Hujaifah pertama kali diketahui oleh neneknya yaitu Sahri Ina Fajri (65) yang tinggal serumah dengan korban bunuh diri tersebut.

Saat itu, nenek korban sedang memasak di dapur, ia mendengar suara sesuatu yang jatuh di dalam rumah. Penasaran akan suara itu, sang nenek pun menuju sumber suara.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

 

2 dari 3 halaman

Tangis Histeris Nenek

Bunuh Diri
Perbesar
Ilustrasi Foto Bunuh Diri (iStockphoto)

Sesampainya di dalam rumah, nenek korban sangat terkejut saat melihat cucunya sudah tak bernyawa yang masih terlilit seutas tali nilon dan terputus. Ia berteriak dan menangis histeris sehingga terdengar oleh tetangga.

Mendengar teriakan itu, warga setempat segera datang dan membantu melepaskan ikatan tali dan mengangkat korban ke tempat tidur.

Informasi gantung diri pun heboh dan sampai ketelinga aparat Polsek Pekat. Kapolsek IPDA Muh. Sofyan Hidayat bersama anggotanya langsung mendatangi rumah duka.

Di situ Kapolsek menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.Selanjutnya dia berkoodinasi dengan pihak keluarga serta melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP).

"Hasil koordinasi, pihak keluarga mengikhlaskan insiden tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER)," ujar Kasubbag Humas, Kamis (4/2/2021).

Korban selama ini tinggal bersama neneknya. Sementara kedua orang tuanya bercerai saat korban berusia lima tahun dan sejak saat itu ia tak pernah lagi bertemu dengan ayahnya.

Beberapa hari terakhir sebelum kejadian, korban terlihat oleh pihak keluarga sering duduk bermurung dan lebih banyak mengurung diri di dalam rumah.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓