Harga Daging Sapi di Cirebon Diprediksi Terus Melesat hingga Lebaran

Oleh Panji Prayitno pada 01 Feb 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 01 Feb 2021, 08:23 WIB
Distributor Daging Sapi Cirebon Sebut Harga Daging Naik Hingga Lebaran
Perbesar
Penampakan dua ekor sapi di kandang milik distributor sapi terbesar di Cirebon. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Harga daging diprediksi sapi akan terus naik di sejumlah daerah, termasuk di Cirebon. Bahkan, distributor daging sapi Cirebon memprediksi harga daging sapi akan terus naik hingga Lebaran nanti.

Distributor besar daging sapi Cirebon, H Bastoni, mengatakan saat ini harga daging sapi impor di tingkat distributor Rp80 ribu per kilogram. Sementara sapi lokal Rp105 ribu per kilogram.

"Kalau di pasar sudah Rp130 ribuan per kilogram daging sapi impornya sekitar Rp85 ribu per kilogram. Kemungkinan akan terus naik," ujar Bastoni, Minggu (31/1/2021).

Dia menjelaskan, kenaikan harga daging sapi hingga lebaran karena pemerintah belum mengeluarkan kuota impor sapi dan daging sapi. Kuota impor, kata Bastoni, biasanya keluar pada bulan Maret.

Dia menyebutkan, ada proses yang cukup panjang setelah kuota impor itu keluar dari pemerintah pusat. Setelah kuota impor ditetapkan, ada proses MoU antara pemerintah dengan negara asal sapi dan daging.

"Untuk pembahasan pelaksanaan impor di Kemendag Industri, tapi untuk kebijakan jumlah kuota impor di Kementan. Saat sudah keluar kuota dikembalikan lagi ke Kemendag Industri. Setelah itu MoU dengan negara impor dan pengiriman dua minggu ke depannya sekitar awal April impor sudah datang. Jadi bulan Maret itu bukan pengiriman daging atau sapi, tapi proses penetapan kuota impor. Sementara April puasa, biasanya harga naik termasuk di Cirebon," ujar Bastoni.

2 dari 3 halaman

Terus Naik

Distributor Daging Sapi Cirebon Sebut Harga Daging Naik Hingga Lebaran
Perbesar
Penampakan daging sapi impor dalam mesin pendingin milik distributor Cirebon siap dijual. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Dia mengatakan, polemik harga daging sapi di Indonesia membuat jumlah pembeli menurun. Untuk pembeli daging sapi lokal turun 20 persen dan daging sapi impor 30 persen.

Dia mengakui, banyak pedagang kecil yang berpindah ke daging impor karena selisih harga. Namun, jumlah pembeli menurun 30 persen lantaran dipengaruhi situasi Pandemi Covid-19.

"Selisih harga daging sapi lokal dan impor Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilo. Selain situasi pandemi dan aturan pembatasan aktivitas. Tidak ada momentum yang membuat harga naik, jadi pedagang kecil memilih menahan diri untuk belanja," ujar dia.

Menurut dia, aksi mogok pedagang daging sapi di Jakarta agar mendapat perhatian serius dari pemerintah. Bahkan, hingga saat ini harga terus meroket membuat pembeli dan pedagang kecil mengeluh.

"April sudah awal puasa trennya daging naik, kemudian Lebaran tren daging pasti naik di pasar tradisional. Kalau tren harga terus meroket, dikhawatirkan Lebaran tahun ini harga bisa lebih tinggi dibandingkan dengan Lebaran tahun kemarin. Kemungkinan harga stabil atau turun setelah Lebaran," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓