Tangisan Pilu Ibu Melihat Anaknya Gantung Diri di Pohon Rambutan

Oleh Yoseph Ikanubun pada 30 Jan 2021, 22:00 WIB
Diperbarui 30 Jan 2021, 22:00 WIB
Ilustrasi gantung diri (iStock)
Perbesar
Ilustrasi gantung diri (iStock)

Liputan6.com, Manado - Warga Kelurahan Watulambot Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulut,  dibuat geger. Pasalnya, seorang lelaki yang diketahui bernama Frecky Jevta Gimon (48) warga setempat ditemukan tewas dengan cara gantung diri.

Frecky menggunakan kabel listrik yang diikatkan di cabang pohon rambutan.

Dari informasi yang dihimpun, pada Kamis (28/1/2021), sekitar pukul 05.00 Wita, orangtua korban perempuan Syane Assa, warga Minahasa bangun tidur kemudian melihat korban berada di samping rumah di bawah pohon rambutan. Namun dirinya berpikir kalau korban hanya membuang air kecil.

Merasa curiga, dirinya pun kembali melihat, ternyata korban sudah dalam keadaan gantung diri di pohon rambutan pekarangan rumahnya.

Kaget dengan hal tersebut, Syane pergi memanggil anak anaknya yakni Michael Gimon dan Hentje Mea kemudian langsung menurunkan korban.

 

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

2 dari 3 halaman

Diduga Depresi

Kapolres Minahasa AKBP Henzly Moningkey melalui Kasubbag Humas AKP Ferdy Pelengkahu menagatakan, pihaknya bergerak cepat setelah mendapat informasi adanya kejadian tersebut.

“Mendapat laporan tentang kejadian itu, anggota polisi langsung mengamankan lokasi,” ujarnya.

Dia mengatakan, dari informasi keluarga, korban nekad mengakhiri hidupnya diduga karena depresi akibat penyakit asma. Dia juga tidak pernah berobat di fasilitas kesehatan.

“Dan setelah berkoordinasi, keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban,” ujar Pelengkahu di Mapolres Minahasa.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓