Hutan Terkikis Jadi Dugaan Penyebab Banjir di Halmahera Utara

Oleh Hairil Hiar pada 19 Jan 2021, 11:37 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 12:21 WIB
Banjir
Perbesar
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Liputan6.com, Halmahera Utara - Bencana banjir dan longsor di wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara usai hujan deras sejak 16 Januari 2021 membuat 3.228 jiwa mengungsi dari rumah untuk mencari tempat yang aman.

Selain itu, bencana banjir dan longsor ini membawa kerugian secara material mencapai senilai Rp 9.000.930.500. Jumlah ini meliputi kerusakan lahan perkebunan petani dan bangunan rumah di Galela dan Kao Barat.

"Ini terdiri dari perkiraan kerusakan Rp 9,681 miliar dan kerugian materi Rp249 juta dengan jumlah total sebesar Rp 9.000.930.500. Ini tidak termasuk jembatan putus karena jembatan itu wilayah jalan Dinas PU Provinsi Maluku Utara," kata Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Abner Manery, ketika dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa pagi, 19 Januari 2021.

Abner mengatakan bencana banjir ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya trauma dari warga desa yang tinggal dekat dengan kali atau wilayah sungai yang meluap ke sekitarnya.

 

 

2 dari 4 halaman

Hutan Ditebang Penyebab Banjir

Ilustrasi Hutan
Perbesar
Ilustrasi Hutan, Pohon, Pepohonan. Kredit: jplenio via Pixabay

Abner mengemukakan, wilayah Halmahera Utara belum pernah mengalami banjir parah seperti awal bulan Januari 2021. Ini baru pertama kali terjadi air meluap hingga ke desa.

Ia menjelaskan, penyebab banjir ini akibat pohon di hutan wilayah dataran tinggi ditebang. Karena itu warga diimbau untuk tidak menebang pohon sembarangan di wilayah hutan setempat.

"Banjir begini baru pertama kali. Sebelumnya di wilayah Kabupaten Halmahera Utara tidak pernah. Padahal curah hujan dengan insensitasnya tidak seberapa, kejadiannya sangat cepat. Hujan saat sore hingga malam hari langsung air meluap masuk ke desa," jelas Abner.

3 dari 4 halaman

Warga Memilih Pulang ke Rumah

Ilustrasi - Petugas mengevakuasi korban banjir di Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Basarnas)
Perbesar
Ilustrasi - Petugas mengevakuasi korban banjir di Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Basarnas)

Abner menyebutkan, warga korban banjir ini sejak Senin malam, sekitar pukul 21.00 WIT sudah kembali ke rumah masing-masing. Warga memilih kembali membersihkan rumah.

"Kita sudah tahan karena kondisi begini (bencana), tapi beginilah warga kami. Mereka mau cepat kembali ke rumah. Pengungsi untuk wilayah Kecamatan Kao Barat semua sudah kembali sejak Senin malam. Saat ini, tinggal warga dari Desa Roko, Galela Barat, yang mengungsi di Desa Duma. Untuk lainnya hanya mengungsi di rumah keluarganya," ujarnya.

Abner berharap, kepada warga untuk selalu berikhtiar apabila terjadi hujan lebat dengan waktu yang lama. Tetap melakukan aktivitas, tetapi selalu waspada saat hujan melanda.

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓