Kisah Pilu Pengungsi Gempa di Mamuju Sulbar Bermalam dengan 3 Jenazah

Oleh Abdul Rajab Umar pada 16 Jan 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 16 Jan 2021, 16:00 WIB
Korban gempa di Mamuju, Sulbar mengungsi ke pegunungan. (Foto: Liputan6.com/abdul Rajab Umar)
Perbesar
Korban gempa di Mamuju, Sulbar mengungsi ke pegunungan. (Foto: Liputan6.com/abdul Rajab Umar)

Liputan6.com, Mamuju - Kurang lebih 300 warga di Desa Rantedoda, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat tengah membutuhkan bantuan logistik. Pasca-gempa bumi 6,2 magnitudo Jumat 15 Januari 2021 ratusan warga itu mengungsi ke area pegunungan.

Sehari pascagempa, mereka mulai kekurangan bahan logistik. Sebab, saat mengungungsi mereka hanya membawa persedian secukupnya.

Hal itu membuat mereka kesusahan untuk memenuhi kebutuhan mereka di pengungsian korban gempa Sulbar tersebut.

Lebih menyedihkan pagi, selama pengungsian ada tiga orang warga yang meninggal dunia. Umumnya mereka mengalami kelelahan. Hujan deras juga terus mengguyur mereka yang hanya menggunakan tenda sebagai alat untuk berteduh.

Marwa salah sorang pengungsi mengatakan, mereka mendaki pegunungan untuk mengungsi, apa lagi daerah mereka dekat dengan pantai. Mereka juga mulai kehabisan bahan makanan dan minuman, belum ada bantuan yang mereka terima selama mengungsi akibat gempa Sulbar tersebut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minum Air Hujan

Korban gempa di Mamuju, Sulbar mengungsi ke pegunungan. (Foto: Liputan6.com/abdul Rajab Umar)
Perbesar
Korban gempa di Mamuju, Sulbar mengungsi ke pegunungan. (Foto: Liputan6.com/abdul Rajab Umar)

"Untui memenuhi kebutuhan kita meminum air hujan. Kami sangat membutuhkan bantuan, apa lagi banyak anak-anak yang ikut mengungsi di sini," kata Marwa kepada Liputan6.com, Sabtu (16/01/2021).

Sedangkan, Imran yang juga salah seorang pengungsi mengatakan, untuk warga yang meninggal dunia sudah mereka evakuasi turun ke kampung untuk dimakamkan. Mereka menggotong jenazah menggunakan kain sarung dan batang pohon.

"Tadi pagi sudah dimakamkan, hanya beberapa orang yang turun ke kampung," ujar Imran.

Imran menambahkan, hujan deras memaksa mereka untuk menyemayamkan jenazah ketiga warga di pengungsian. Mereka tak berani turun ke kampung untuk memakamkan mereka, apa lagi isu gempa susulan menghantui mereka.

"Warga yang turun itu, juga pergi mencari bantuan logistik untuk warga di pengungsian. Semoga warga yang mengungsi disini segera mendapatkan bantuan," harap Imran.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya