Alasan Gubernur Edy Tunda Sekolah Tatap Muka di Sumut

Oleh Reza Efendi pada 06 Jan 2021, 20:05 WIB
Diperbarui 06 Jan 2021, 20:05 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Perbesar
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, memberikan keterangan di rumah dinas (Istimewa)

Liputan6.com, Medan Sekolah tatap muka di berbagai daerah direncanakan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia awal Januari 2021. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menunda pelaksanaan sekolah tatap muka.

Penundaan dilakukan karena keselamatan dan kesehatan para siswa tetap menjadi prioritas, dan pandemi Covid-19 belum berakhir. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di rumah dinas, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Selasa, 5 Januari 2021.

"Kita menimbang beberapa hal, di antaranya dalam pelaksanan pembelajaran prioritas utama Pemprov Sumut adalah perlindungan keselamatan dan kesehatan peserta didik," kata Gubernur Edy didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, R Sabrina, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Irman Oemar.

Hasil rapat Satgas Penanganan Covid-19 juga menjadi landasan Gubernur Edy mengambil langkah penundaan pelaksanaan sekolah tatap muka di Sumut, termasuk masukan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ikatan Psikolog Klinis, dan Ahli Epidemiologi.

"Saya telah mendengarkan masukan pada 30 Desember 2020 silam, mereka memberikan masukan saat ini belum tepat (sekolah tatap muka) sesuai kondisi," sebutnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Perkembangan Pandemi Covid-19

Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).
Perbesar
Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).

Diterangkan mantan Pangkostrad, pelaksanaan sekolah tatap muka sangat memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 terkini, baik di tingkat nasional maupun Sumut. Sekolah tetap harus melaksanakan persiapan.

"Sehingga saat dinyatakan dapat dilaksanakan, sudah siap 100 persen," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Lasro Marbun mengatakan, persiapan sekolah akan dimonitor secara berjenjang oleh Tim Satgas Covid-19 yang berkoordinasi dengan kabupaten/kota.

"Keputusan akan diberitahukan secara resmi dengan surat dari gubernur," sebutnya.

3 dari 4 halaman

Khawatir Pelajar Jadi Korban

Ilustrasi Belajar
Perbesar
Ilustrasi Belajar (Photo by Andy Falconer on Unsplash)

Menurut Larso, Gubernur Edy belum memberikan izin sekolah tatap muka di Sumut karena khawatir jatuhnya korban dari kalangan pelajar. Apalagi saat ini terus terjadi penambahan kasus pascalibur Natal dan Tahun Baru.

"Untuk daerah di zona hijau Covid-19, Gubernur memberikan izin sekolah dibuka namun dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Juga harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Daerah," Larso menandaskan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓