Puncak Arus Balik Tahun Baru di Daop 2 Bandung Capai 2.500 Penumpang

Oleh Huyogo Simbolon pada 03 Jan 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 03 Jan 2021, 12:00 WIB
Libur Panjang Akhir Pekan, PT KAI Operasikan 11 KA Tambahan
Perbesar
Calon penumpang manaiki kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (16/4). PT KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 11 KA tambahan tujuan Bandung, Cirebon, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat, arus balik libur tahun baru 2021 pada Minggu (3/1/2021) besok sebanyak 2.500 penumpang. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan libur akhir tahun lalu.

"Kami prediksi sebagai puncak arus balik libur tahun baru terjadi besok. Tercatat ada 2.500 pengguna jasa kereta dan kemungkinan ada penambahan lagi," ujar Humas PT KAI Daop 2 Bandung Koeswardoyo, Sabtu (2/1/2021).

Koeswardoyo mengatakan, arus balik di Stasiun Bandung yang datang dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mulai terlihat hari ini. Daop 2 Bandung mencatat ada 2.100 pengguna jasa kereta.

"Kalau dibandingkan dengan masa libur Natal dan Tahun Baru lalu sebelum pandemi, sekarang itu hanya mungkin 20 persennya saja," katanya.

Menurut Koeswardoyo, arus libur akhir tahun sendiri terbagi menjadi dua. Pertama, angkutan Natal yang puncak arus mudiknya terjadi pada 23 Desember lalu.

"Kami telah memberangkatkan 2.020 pengguna jasa dari Daop 2 Bandung untuk perjalanan jarak jauh untuk masa angkutan Natal. Sedangkan, arus baliknya tanggal 27 kemarin," kata dia.

Koeswardoyo menjelaskan, Daop 2 Bandung juga memberlakukan pemeriksaan rapid test antigen untuk penumpang. Sejak 22 Desember sampai 8 Januari nanti tercatat kurang lebih 10.200 pengguna jasa kereta jarak jauh mengikuti rapid test antigen.

"Sejauh ini aman lancar dan semua peralatannya bisa kami penuhi," ucapnya.

Daop 2 Bandung juga mencatat dalam sehari rata-rata ada 50-60 pembatalan atau penundaan keberangkatan dari calon penumpang. Namun, pembatalan itu tak serta karena hasil rapid test antigen yang positif.

"Ada juga yang menjadwalkan ulang keberangkatan. Kebanyakan yang menunda itu karena kebingungan di stasiun tujuannya tidak ada layanan rapid antigen, jadi akan sulit juga kalau nanti pulang ke sini," katanya.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓