Bulog Banyumas Jamin Stabilitas Harga Bahan Pokok pada Natal dan Tahun Baru

Oleh Muhamad Ridlo pada 30 Des 2020, 04:00 WIB
Diperbarui 30 Des 2020, 04:00 WIB
Pedagang beras di pasar tradisional, Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Pedagang beras di pasar tradisional, Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banyumas - Puncak keramaian momentum lazimnya selalu disertai dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok dan barang lainnya. Akan tetapi, ini tak terjadi di Banyumas, Jawa Tengah, pada momentum libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Stabilitas harga itu tak lepas tercukupinya pasokan dan ketersediaan bahan pokok masyarakat.

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Banyumas, Jawa Tengah menjamin ketersediaan bahan pangan pokok pada momentum libur Natal dan tahun baru 2021.

Kepala Cabang Perum Bulog Banyumas, Dani Satrio mengatakan hingga saat ini harga beras, gula, minyak, daging, dan sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Kecukupan pasokan menjadi kunci stabilitas harga.

Selain itu, ketersediaan stok di Bulog pun cukup sehingga tak terjadi lonjakan harga pada momentum Natal dan Tahun Baru ini.

Contohnya, beras medium yang di pasaran dijual dengan harga Rp8.300 – Rp8.400 per kilogram. Harga ini cukup rendah dan stabil.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Panen Padi 2020 di Banyumas Raya

Kepala Cabang Perum Bulog Banyumas, Dani Satrio. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Kepala Cabang Perum Bulog Banyumas, Dani Satrio. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

“Pasokan cukup, ketersediaan barang di pasar cukup, kita juga punya stok,” ucapnya.

Soal beras, Dani mengemukakan, di Banyumas dan sekitarnya keberhasilan petani panen padi pada 2020 cukup tinggi. Selain itu, ada masa panen tak putus sehingga wilayah Banyumas menjadi penyangga untuk daerah lainnya.

“Musim kemaraunya pendek sehingga panen, musim tanamnya juga cepat,” ucapnya.

Namun begitu, dia mengakui stabilitas harga ini juga dipengaruhi oleh banyaknya bantuan sosial (bansos) Covid-19 dan reguler yang digelontorkan pemerintah.

Sebagian bantuan tersebut berupa bahan kebutuhan pokok, sehingga masyarakat tak belanja berlebihan.

“Ya pasti ada pengaruhnya, jadi harganya lebih stabil, tidak ada lonjakan. Kalau pun ada lonjakan, kami sudah siap dengan stok. Daging kita juga punya,” ucapnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓