Pedagang Kopi Sepi, Pelabuhan Merak Tak Semarak

Oleh Yandhi Deslatama pada 24 Des 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 24 Des 2020, 17:00 WIB
Supardi (73) Pedagang Kopi Keliling Di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. (Kamis, 24/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).
Perbesar
Supardi (73) Pedagang Kopi Keliling Di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. (Kamis, 24/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).

Liputan6.com, Cilegon - Supardi (73) pedagang kopi keliling di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, tetap menenteng termos dan gendongan dagangannya di tengah hiruk pikuk kendaraan yang memadati Dermaga 3. Tanpa alas kaki dan pakaian yang lusuh, peluh seolah tak dirasakannya.

Semangat dan senyum terpancar di raut wajahnya yang sudah keriput, meski dagangannya tak seramai sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dia tetap berjuang mengais rezeki, agar dapur rumahnya di Cikuasa Atas tetap mengebul. Meski badannya sudah tak tegar dan kuat sewaktu muda dulu, dia tetap semangat menghabiskan malam harinya untuk mengais rezeki di Pelabuhan Merak. Sebelum pandemi, Supardi mengaku mampu menghabiskan tiga termos air panas setiap malamnya.

"Kalau sekarang paling satu termos," katanya kepada awak Liputan6.com, Rabu (24/12/2020).

Supardi telah menjadi pedagan kopi keliling di Pelabuhan Merak sejak 1980. Di usianya yang tak lagi muda, dia hanya berharap pandemi segera berakhir dan kehidupan menjadi normal kembali. Agar dagangan kopinya bisa laris manis seperti sedia kala.

Keberadaan tukang kopi keliling di Pelabuhan Merak bagaikan oase di tengah gurun pasir. Bagi pegawai dan pengguna jasa pelabuhan, hadirnya tukang kopi keliling sangat dinanti saat tubuh butuh rileks sejenak. 

Hilda (28), pemudik tujuan Pringsewu, Lampung, merasakan manfaat itu. Dengan adanya pedagang kopi keliling, dia bisa memesan kopi di mana saja dan kapan saja tanpa terikat tempat. 

Hilda sendiri mudik konvoi menggunakan sepeda motor bersama saudaranya, dia harus menggunakan masker dan rajin mencuci tangan setiap kali beristirahat di perjalanannya. Membawa satu putrinya yang duduk di tengah, Hilda bersama suaminya mengaku rindu bertemu orangtua di Pringsewu, lantaran saat Idul Fitri kemarin tidak bisa pulang kampung.

"Dari Tangerang mau ke Lampung, ada empat motor," katanya.

Ada yang berbeda dengan mudik kali ini, Hilda dan rombongan menyiapkan perlengkapan khusus protokol kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, hingga sarung tangan.

 

 

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Protokol Kesehatan

Ipda Usep, Personil Polres Cilegon Ingatkan Penumpang Di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Untuk Terapkan Prokes Covid-19. (Kamis,24/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).
Perbesar
Ipda Usep, Personil Polres Cilegon Ingatkan Penumpang Di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Untuk Terapkan Prokes Covid-19. (Kamis,24/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).

Gelombang mudik tak mungkin dibendung meski pemerintah telah mengurangi hari libur akhir tahun demi mengurangi dampak penyebaran Covid-19. 

Yang bisa dilakukan saat ini adalah memperkuat personel kepolisian dari Polres Cilegon untuk mengamankan penegakan protokol kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Merak.

Hal itu terlihat saat Ipda Usep bersama dua anggotanya berkeliling Dermaga 3 Pelabuhan Merak sembari membawa toa, mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, atau membawa hand sanitizer, hingga tetap menjaga jarak, baik saat beristirahat, di atas kapal maupun di dalam kendaraan.

"Kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya mewanti-wanti. 

Lanjutkan Membaca ↓