Horor Tanah Bergerak di Kalitlaga Banjarnegara Belum Berakhir, Begini Kondisinya

Oleh Liputan6.com pada 17 Des 2020, 03:30 WIB
Diperbarui 17 Des 2020, 03:30 WIB
Longsor di Banyumas, Jawa Tengah menyebabkan lima korban jiwa. (Foto: Liputan6.com/Basarnas)
Perbesar
Longsor di Banyumas, Jawa Tengah menyebabkan lima korban jiwa. (Foto: Liputan6.com/Basarnas)

Liputan6.com, Banjarnegara - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, memantau pergerakan tanah yang terjadi di Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan.

"Pemantauan di lokasi bencana terus kami lakukan sebagai upaya mitigasi bencana," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Budi Wahyono di Banjarnegara, Rabu.

Menurut dia, saat ini tidak ada tanda-tanda rekahan baru di area tempat pergerakan tanah terjadi di Desa Kalitlaga.

Ia mengatakan bahwa BPBD juga sudah menyampaikan imbauan kepada warga Desa Kalitlaga agar mewaspadai kemungkinan pergerakan tanah kembali terjadi saat hujan lebat turun.

Melansir Antara, Budi menjelaskan bahwa saat ini ada 100 keluarga yang terdiri atas 286 orang yang masih mengungsi karena tempat tinggalnya terdampak pergerakan tanah.

"Pada saat ini pengungsi masih sangat membutuhkan bantuan bahan makanan dan bumbu dapur yang akan dimasak di dapur umum," katanya.

Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Kalitlaga pada Kamis (3/12), setelah hujan deras turun. Kejadian itu mengakibatkan 12 rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan. Selain itu banyak rumah warga dinding dan lantainya retak. Jalan antardukuh juga mengalami kerusakan akibat kejadian itu.

Tembok dan Lantai Retak-Retak

Diberitakan sebelumnya, BPBD Banjarnegara, Jawa Tengah, menginformasikan bahwa sebanyak 348 orang warga Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan terpaksa mengungsi akibat terdampak pergerakan tanah yang melanda wilayah tersebut.

"Hingga hari ini tercatat ada 348 orang pengungsi yang terbagi dalam 13 lokasi baik di dalam maupun luar desa," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Budi Wahyono di Banjarnegara, Sabtu.

Dia menjelaskan warga mengungsi akibat pergerakan tanah yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (3/12).

Menurut data terakhir yang dikumpulkan oleh tim di lapangan, longsor telah mengakibatkan 12 rumah warga rusak berat, 5 rusak sedang dan 3 rusak ringan.

Selain itu, banyak rumah warga yang mengalami keretakan pada tembok dan lantainya sehingga terpaksa mengosongkan rumah karena khawatir terjadi pergerakan tanah susulan.

"Bukan hanya mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, jalan antardukuh juga mengalami kerusakan dan listrik di lokasi masih dipadamkan hingga saat ini. Warga dianjurkan mengungsi karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah susulan mengingat kondisi cuaca masih hujan deras," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓