Wali Kota Malang Positif Covid-19, Balai Kota Berpotensi Jadi Klaster Baru?

Oleh Zainul Arifin pada 05 Des 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 05 Des 2020, 11:00 WIB
Balai Kota Malang Potensi Jadi Klaster Penyebaran Covid-19 ?
Perbesar
Petugas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Malang memperlihatkan tempat pengambilan salah satu sampel bagian dari tes swab massal demi mencegah penyebaran Covid-19 di Malang (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Malang - Balai Kota Malang patut dikhawatirkan jadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Malang. Sebab dalam sepekan ini, 9 Aparatur Sipil Negara (ASN) positif terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru itu.

Kesembilan orang itu kontak erat dan pernah satu rombongan bersama Sutiaji, Wali Kota Malang dalam perjalanan dinas ke Semarang, Jawa Tengah, pada 20-21 November. Orang nomor satu di Pemkot Malang itu juga positif dan jadi seorang pasien Covid-19 di Malang.

Dari kesembilan orang itu, 6 orang di antaranya berdasarkan hasil tes swab yang keluar bersamaan. Mereka sebelumnya bagian dari 15 ASN yang hasil rapid test-nya menunjukkan reaktif. Mereka juga merupakan kontak erat Wali Kota Malang.

"Dari 15 orang, hasil tes swab ada 6 orang positif Covid-19. Seorang di antaranya adalah kepala dinas," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Malang, Nur Widianto di Malang, Jumat, 4 Desember 2020.

Ia menyebut baru tahu detail informasi dari keenam ASN itu. Sebab, ada juga hasil swab tes yang belum keluar. Termasuk, ada pula yang menjalani tes swab mandiri dan hasil uji laboratoriumnya belum diketahui oleh Nur Widianto.

"Baru itu yang bisa saya konfirmasi. Ada juga yang hasil tes belum keluar," ujarnya.

Selain keenam orang itu, Widayati, kepala bidang di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Pemkot Malang juga dinyatakan positif Covid-19. Widayati adalah istri Sutiaji, Wali Kota Malang yang lebih dulu dinyatakan terinfeksi pada Senin, 1 Desember lalu.

Seorang lagi adalah Wasto, Sekretaris Daerah Kota Malang yang dirawat di RS Saiful Anwar Malang. Sampai hari ini belum diketahui secara pasti bagaimana perkembangan terakhir kondisi kesehatannya.

Lalu ada Suwarjana, Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kota Malang yang menjalani tes usap sendiri juga pada Senin lalu. Ia dan istrinya terinfeksi Covid-19 meski tanpa merasa gejala apa pun.

"Iya saya dinyatakan positif berdasar hasil tes swab. Sejauh ini kesehatan saya baik-baik saja. Saya ikut rombongan Wali Kota ke Semarang, tapi tak tahu pastinya tertular dari mana," ujar Suwarjana.

Dari sembilan ASN yang positif tertular Covid-19 itu belum termasuk keluarga, orang dekat maupun staf pribadi mereka. Sebab ada pula anggota keluarga mereka yang turut terinfeksi. Misalnya, keluarga dari Wali Kota Malang Sutiaji yang juga dinyatakan positif.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Simak video pilihan berikut ini:


Total ASN Kota Malang Positif Covid-19

Balai Kota Malang Potensi Jadi Klaster Penyebaran Covid-19 ?
Perbesar
Tempat sampel tes usap atau swab test di Labkesda Kota Malang untuk mendeteksi cepat penyakit Covid-19 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang, dari total 7 ribu ASN di lingkungan Pemkot Malang sebelumnya sudah pernah ada 25 orang yang dinyatakan positif. Mereka sudah sembuh dam kembali beraktivitas seperti biasa.

"25 ASN itu kasus lama dan semua sudah sehat. Mereka berasal dari berbagai dinas," ujar Nur Widianto, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Malang.

Bila ditambah dengan 9 ASN yang baru terkonfirmasi sedang pemulihan, maka total ada 34 ASN terpapar virus corona baru. Karena kasus baru yang nyaris bersamaan itu pula jadi dasar kebijakan pemkot menerapkan sistem kerja bergilir sejak Selasa, 1-14 Desember.

“Kalau untuk ASN di lingkungan Balai Kota, dianjurkan ada swab tes massal," kata Nur Widianto.

Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Malang sendiri menggelar tes swab massal untuk seluruh stafnya. Termasuk, melibatkan para jurnalis yang biasa melakukan peliputan di Balai Kota.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya