Kota Cilegon Dikepung Banjir, Arus Lalin Menuju Anyer Dialihkan

Oleh Yandhi Deslatama pada 03 Des 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 03 Des 2020, 15:00 WIB
Basarnas Banten Evakuasi Warga Terdampak Banjir Di Kota Cilegon. (03/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com)
Perbesar
Basarnas Banten Evakuasi Warga Terdampak Banjir Di Kota Cilegon. (03/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com)

Liputan6.com, Cilegon - Dari delapan kecamatan di Kota Cilegon, Banten, enam di antaranya terendam banjir dengan ketinggian antara 50 sentimeter (cm) hingga satu meter. Banjir disebabkan hujan lebat yang terjadi sejak Rabu malam, 2 Desember 2020 sekitar pukul 23.00 WIB dan terus berlanjut hingga Kamis pagi, 3 Desember 2020.

Enam kecamatan yang terendam banjir yakni Jombang, Cibeber, Ciwandan, Citangkil, Cilegon, dan Kecamatan Purwakarta. Terparah berada di Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter.

"Ada 24 titik banjir. (Banjir) Paling parah di Ciwandan dan Jombang," kata Kepala BPBD Cilegon, Erwin Harahap, ditemui di kantornya, Kamis (3/12/2020).

BPBD sedang mempersiapkan dapur umum dan tenda pengungsian. Dapur umum akan berdiri di Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan dan Perumahan Metro Cendana, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta.

Sembari menunggu dapur umum dan tenda pengungsian berdiri, kebutuhan makan minum korban banjir dipenuhi oleh industri di Kota Cilegon.

"Dari Dinsos membuat dapur umum, di Kubang Sari. BPBD provinsi juga mengirimkan mobil dapur umumnya di Metro. Di kita ada empat tenda (pengungsi) yang besar," terangnya.

BPBD mengaku belum mendapatkan data kerusakan rumah, bangunan, dan infrastruktur lainnya akibat terendam banjir. Hingga kini, personel BPBD bersama TNI, Polri dan seluruh relawan masih melakukan pendataan.

Berdasarkan data sementara, ada sekitar 1.700 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Terbanyak ada di Kecamatan Jombang, berjumlah 868 KK.

Menurut Erwin, penyebab banjir di Kota Cilegon karena tingginya curah hujan hingga tersumbatnya drainase yang menyebabkan air sungai meluap.

"Data korban belum masuk, nilai kerugian juga belum masuk. Memang musim hujan, tapi tahun ini tambahannya La Nina, tapi belum puncaknya, ditambah air rob, sehingga air untuk sampai ke laut terhambat. Kalau puncaknya adan La Nina, makin banyak (bencana alam)," dia menjelaskan.

Terdampak Banjir, Arus Lalin Menuju Anyer Dialihkan

Akses Jalan Dari Kota Cilegon Menuju Anyer Terendam Banjir. (Kamis,03/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com)
Perbesar
Akses Jalan Dari Kota Cilegon Menuju Anyer Terendam Banjir. (Kamis,03/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com)

Kemudian akses dari Kota Cilegon menuju Anyer, tepatnya di Kecamatan Ciwandan, jalannya terendam air setinggi ban truk kontainer dan tidak bisa dilewati kendaraan kecil, baik roda dua maupun roda empat.

Arus lalu lintas sempat dialihkan, kini sudah bisa dilewati kendaraan namun harus berhati-hati karena jalanan licin.

"Di Ciwandan, sepanjang Kubang Welut sampai kantor Koramil itu banjir, ketinggian 50 sentimeter. Pengalihannya dari arah Cilegon ke Ciwandan ditutup, kendaraan masuk ke kawasan KS. Kemudian arus Jalan Lingkar Selatan menuju Ciwandan atau ke Anyer, aksesnya melalui jalan industri," Kasatlantas Polres Cilegon ""), AKP Ali Rahman, melalui selulernya, Kamis (3/12/2020).

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓