Tak Mampu Berobat, Kaki Bocah di Natuna Nyaris Busuk dan Terancam Amputasi

Oleh Batamnews.co.id pada 02 Des 2020, 04:30 WIB
Diperbarui 02 Des 2020, 04:30 WIB
Kaki remaja di Natuna nyaris membusuk karena infeksi dan tak mampu berobat. (Foto: Batamnews.co.id)
Perbesar
Kaki remaja di Natuna nyaris membusuk karena infeksi dan tak mampu berobat. (Foto: Batamnews.co.id)

Natuna - Infeksi parah menggerogoti kaki remaja 16 tahun, Additia Sulta asal Ranai, Kabupaten Natuna. Kaki kirinya kini hampir membusuk dan terancam diamputasi.

Adit yang berasal dari keluarga sederhana ini dihadapkan kepada biaya pengobatan puluhan juta rupiah, sebagaimana diberitakan Batamnews.co.id.

Kaki kirinya itu sebelumnya remuk akibat kecelakaan lalu-lintas yang dialami sekitar tiga bulan yang lalu. Sudah dua kali ia menjalani operasi di RSUD Natuna. Namun kakinya perlu pemasangan pen dan dokter di RSUD menyarankan untuk berobat ke luar Natuna.

Pihak keluarga tidak memiliki biaya, sehingga pascaoperasi Adit hanya menjalani perawatan seadanya di rumah. Namun kondisi siswa yang masih duduk di kelas dua SMA tersebut makin hari memburuk. Luka terbuka pasca operasi makin melebar dan infeksi.

Sampai beberapa hari yang lalu, kondisi tersebut diketahui oleh salah satu organisasi kemanusiaan yang ada di Natuna, dan pada akhirnya Adit dibawa ke RSUD untuk menjalani perawatan lagi.

Saat ini, Forum Kita Peduli Sesama ( FKPS) Natuna, berusaha melakukan open donasi dan penggalangan dana untuk membantu biaya pengobat Adit agar secepatnya bisa dirujuk ke luar Natuna.

 

2 dari 3 halaman

Langkah PPPA Natuna Selamatkan Bocah Malang

Kaki remaja di Natuna nyaris membusuk karena infeksi dan tak mampu berobat. (Foto: Batamnews.co.id)
Perbesar
Kaki remaja di Natuna nyaris membusuk karena infeksi dan tak mampu berobat. (Foto: Batamnews.co.id)

Kondisi Adit ini akhirnya sampai ke Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Kabupaten Natuna.

Kadis PPPA, Rika Azmi, bersama rombongan mendatangi remaja itu di ruang rawat inap bedah RSUD Natuna, Selasa (1/12/2020).

Adittia saat di jumpai di RSUD, langsung meneteskan air mata dan menangis karena selama tiga bulan lebih ini hanya bisa terbaring di tempat tidur.

"Jangan menangis, Adit harus semangat dan yakin bisa sembuh," ujar Rika memberi semangat.

Seperti diketahui Adittia telah menjalani operasi tiga bulan lalu, namun dikarenakan fasilitas di RSUD Natuna yang tidak memadai, dirinya diminta tim dokter untuk segera melanjutkan pengobatan ke luar Natuna.

Kondisi keluarga yang memang kesulitan dalam mencari biaya menyebabkan Adit tidak segera diberangkatkan dan tetap bertahan di rumah. Hal inilah yang menyebabkan kaki kiri adit semakin membusuk karena infeksi di luka terbuka pasca operasi.

Pada kesempatan tersebut, kadis PPPA, Rika Azmi juga menyerahkan donasi bantuan kepada Adit untuk membantu biaya pengobatanya nanti ketika jadi dirujuk keluar Natuna.

Dirinya berharap Adit bisa secepatnya dibawa keluar Natuna agar bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan yang maksimal.

Dapatkan berita menarik Batamnews.co.id lainnya, di sini:

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓