Masih Banyak Kecamatan di DIY yang Tak Punya SPBU, Begini Solusi Pertamina

Oleh Switzy Sabandar pada 25 Nov 2020, 16:30 WIB
Diperbarui 06 Jan 2021, 10:55 WIB
ilustrasi-bbm-spbu-130617b di Yogyakarta.jpg
Perbesar
ilustrasi SPBU Pertamina di Yogyakarta.

Liputan6.com, Yogyakarta- Meskipun daerah pariwisata, ternyata masih banyak wilayah di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta (DIY) yang belum memiliki SPBU atau pom bensin. Ketiadaan SPBU di kecamatan di DI Yogyakarta tersebar di lima kabupaten dan kota.

Data dari Pertamina Regional Jateng DI Yogyakarta menyebutkan di Kota Yogyakarta masih ada satu kecamatan yang belum memiliki pertamina, yakni Kecamatan Kotagede, di Bantul ada lima kecamatan yang belum memiliki SPBU yakni, Pajangan, Sanden, Bambanglipuro, Pundong dan Dlingo, di Sleman ada dua kecamatan yakni Moyudan dan Minggir, serta Gunungkidul tujuh kecamatan belum memiliki SPBU, antara lain, Saptosari, Ponjong, dan Panggang.

“Kami mendorong kecamatan yang belum memiliki SPBU setidaknya mempunyai pertashop,” ujar Bastian Wibowo, Sales Branch Manager II Pertamina Yogyakarta, Rabu (25/11/2020).

Pertashop mirip dengan SPBU hanya kapasitasnya lebih kecil dan lahan yang dibutuhkan juga tidak seluas SPBU. Pertashop bisa disebut juga SPBU mini yang resmi bekerja dengan Pertamina.

Modal mendirikan Pertashop sekitar Rp 250 juta. Memiliki SPBU mini yang resmi bekerja sama langsung dengan Pertamina juga menjamin mutu serta keamanan produk dan proses penjualan. Saat ini, di DI Yogyakarta baru ada enam pertashop.

 

 

Program Langit Biru

Di Sleman juga ada Program Langit Biru Pertamina. Program ini memberikan harga khusus pembelian pertalite seharga premium, yakni Rp 6.450 per liter untuk konsumen roda dua, roda tiga, dan angkutan umum atau taksi plat kuning.

Ada lima SPBU di Sleman yang menawarkan Program Langit Biru Pertamina, yakni SPBU Turi, Cebingan, Wates, Godean, dan Selomartani.

“Kami ingin memberikan pengalaman kepada masyarakat untuk mencoba produk yang bagus seharga premium,” ucap Bastian.

Rata-rata serapan Program Langit Biru di lima SPBU Sleman itu adalah 70 sampai 80 persen per hari.

Sementara, Pjs. Unit Manager Communication And CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Arya Yusa Dwicandra mengatakan Program Langit Biru hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat.

Program edukasi dan promosi ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

“Upaya mengurangi pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satunya penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓