Lindu Mengguncang Gunungkidul Saat Warga Terlelap, Ini Penjelasan BMKG

Oleh Hendro pada 24 Nov 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 24 Nov 2020, 17:00 WIB
Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Liputan6.com, Gunungkidul - Gempa bumi Magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Selasa dini hari (24/11/2020). Getaran gempa yang berpusat di laut tersebut cukup membuat sebagian warga Gunungkidul terkejut dan berhamburan ke luar rumah, meski ada warga yang mengaku tak merasakan gempa tersebut.

Harmini, warga Kalurahan Putat, Kapanewonan Patuk, salah satu orang yang merasakan guncangan gempa. Dia mengaku, awalnya hanya menganggap goyangan gempa itu hanyalah mimpinya. Harmini baru mengetahui ada gempa ketika anaknya bertanya mengapa dirinya tidak berlari ketika ada gempa Selasa dini hari.

"Tak pikir mimpi, ternyata beneran gempa," ujarnya, Selasa (24/11/2020).

Sementara Ana warga Kalurahan Putat Kapanewonan Patuk mengaku merasakan adanya guncangan pada tempat tidurnya saat tidur di samping anaknya. Ia tidak menyangka jika guncangan tersebut adalah gempa. Ana berpikir jika goncangan berasal dari gerakan anaknya yang menggeliat saat tidur di sampingnya.

Namun ia baru menyadari bahwa itu adalah gempa ketika ada beberapa barang jatuh dari atas lemari. Lampu emergency dan pigura piagam prestasi anaknya tiba-tiba terdengar jatuh berserakan di lantai. Ia berlari karena mengira jika benda-benda tersebut diterjang kucing.

"Saya lari keluar kamar tak kira kucing, sampai di luar kok ndak ada apa-apa. Saya buka media sosial eh pada update, ternyata beneran gempa," katanya..

Salah satu warga di Kapanewon Wonosari, Tumiyem mengatakan, saat dierinya tengah tertidur pulas, tiba-tiba terasa ayunan hingga menimbulkan getaran di tempat tidurnya. Ia lantas terbangun dan berusaha lari. Gempa sendiri hanya dirasakan warga beberapa detik saja. Beruntung tidak ada kerusakan apapun karena pusat gempa berada di laut.

"Cuma sebentar kok. Tadi kaget terus reflek lari," katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto membenarkan adanya gempa bumi di Gunungkidul tersebut. Gempa bumi terjadi sekitar 00:06 WIB Selasa dini hari. Adapun titik lokasi ada pada koordinat 8.724 LS dan 110.58892 BT atau tepatnya berlokasi di tengah laut pada jarak 81 kilometer barat daya Gunungkidul.

"Sumber gempa ada pada kedalaman 24 kilometer di tengah laut," ungkap Agus.

Agus juga menjelaskan, apabila dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo Australia. Menurut Agus, guncangan yang terjadi di darat dirasakan hingga ke Kabupaten Bantul hingga Pacitan dan Trenggalek Jawa Timur

Getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun demikian, Agus menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Kami imbau masyarakat tetap tenang tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ungkapnya.

Ia meminta masyarakat Gunungkidul untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggalnya aman dari gempa.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓