Bobby Soroti Buruknya Kinerja Pembangunan di Medan, Bertekad Memperbaiki

Oleh Reza Efendi pada 07 Nov 2020, 19:45 WIB
Diperbarui 07 Nov 2020, 20:48 WIB
Bobby-Aulia
Perbesar
Dalam debat, kandidat nomor urut 2, Bobby Nasution dan Aulia Rachman, menyoroti buruknya kinerja pembangunan

Liputan6.com, Medan - Debat perdana Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Medan 2020 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan di Grand Mercure Hotel. Kandidat nomor urut 2, Bobby Nasution dan Aulia Rachman, menyoroti buruknya kinerja pembangunan.

Debat dengan durasi sekitar 2 jam yang dipandu moderator Febrina Permata dan Rudianto. Debat dibagi dengan beberapa sesi dengan tema Penanganan Covid-19, Pembangunan Daerah, Pencegahan Narkoba hingga Sektor Perekonomian.

Saat diberi kesempatan, Bobby Nasution menyampaikan visi-misi yang diusungnya. Visi misi yang dibuat Bobby dan Aulia hasil dari melihat buruknya manajemen Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam penanganan korupsi. Hasilnya, pembangunan infrastruktur tidak maksimal.

"Seperti masalah banjir, jalan berlubang, korupsi, menjadi masalah tak selesai. Maka itu perlu kolaborasi untuk wujudkan perubahan di Medan jadi lebih berkah," kata suami Kahiyang Ayu itu, Sabtu (7/11/2020).

Sementara pada sesi memajukan daerah, moderator sedikit menohok pertanyaan soal buruknya jalan di Kota Medan. Dari 3.017 Kilometer (Km) panjang jalan di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini, sebanyak 15 persen rusak.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Birokrasi Bersih

Debat Pilwalkot Medan
Perbesar
Debat perdana Pilwalkot Medan 2020 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan di Grand Mercure Hotel

Menurut Bobby, dari data itu, berarti ada sekitar 450-an Km jalan di Medan yang rusak, dan itu dikeluhkan masyarakat. Bahkan kondisi itu telah memakan korban, kecelakaan.

"Jelas itu harus diperbaiki. Caranya, proyek jangan dikorupsi, kami akan terapkan birokrasi bersih. Itulah kuncinya, transparansi anggaran," papar menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu.

Aulia Rachman menambahkan, untuk memajukan Kota Medan tidak akan mungkin hanya berharap pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD. Butuh bantuan juga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita dalam kondisi sangat diuntungkan, karena ada akses kolaborasi Kota Medan dengan pusat," Aulia menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓