Hantu La Nina di Laut dan Pesisir Sulteng

Oleh Heri Susanto pada 18 Okt 2020, 04:00 WIB
Diperbarui 18 Okt 2020, 04:00 WIB
gelombang tinggi di pesisir teluk palu
Perbesar
Sejumlah warga berada di Pesisir Teluk Palu saat terjadi cuaca buruk pada Maret, 2020. (Foto: Liputan6.com/ Heri Susanto).

Liputan6.com, Palu - Fenomena La Nina membuat kewaspadaan mesti ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak di wilayah laut dan pesisir Sulawesi Tengah. Sejumlah kebijakan kelautan dan peringatan untuk warga pesisir sudah dikeluarkan.

Menyusul peringatan terjadinya fenomena La Nina yang melanda Sulawesi Tengah, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng mengklaim telat menyurati semua otoritas pelabuhan di Sulteng untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk menyebarkan informasi kondisi cuaca di laut kepada nelayan dan perusahaan pelayaran.

Izin pelayaran menjadi salah satu yang akan dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca untuk mencegah kecelakaan laut akibat La Nina.

“Di pelabuhan sudah ada peralatan pemantau cuaca dan gelombang. Kami harap informasi itu disebarkan kepada mereka yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng, Arif Ladjuba, saat mengisi acara podcast ‘inipalu’, Rabu (14/10/2020).

Arif juga bilang potensi ancaman akibat La Nina juga ada di pesisir Sulawesi Tengah terutama kawasan yang mengalami penurunan tanah akibat gempa tahun 2018 lalu yang juga dekat permukiman.  

“Panjang garis pantai kita di Sulteng kurang lebih 6.000 kilometer. Di antara itu terdapat daerah yang berpotensi banjir rob dan abrasi karena penurunan tanah,” kata dia.

Pihak BMKG Stasiun Metereologi Mutiara Palu sendiri memprakirakan La Nina akan meningkatkan ketinggian gelombang di Laut Selat Makassar dan Teluk Tomini rata-rata 1,5 sampai 2 meter.

Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten diimbau untuk menyiapkan langkah antisipasi untuk meminimalisasi dampak La Nina.

 

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓