Demo Penolakan Omnibus Law di DPRD Jabar Berakhir Ricuh

Oleh Huyogo Simbolon pada 06 Okt 2020, 20:09 WIB
Diperbarui 06 Okt 2020, 20:24 WIB
Demo Penolakan Omnibus Law di DPRD Jabar Berakhir Ricuh
Perbesar
Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, berakhir ricuh. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, berakhir ricuh. Pihak kepolisian akhirnya membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan water cannon.

Insiden ricuh terjadi sekitar pukul 18.10 WIB. Polisi awalnya sudah mengingatkan massa demonstrasi penolakan Omnibus Law karena sudah melebihi batas waktu penyampaian aspirasi.

Tak kunjung membubarkan diri, massa aksi akhirnya dibubarkan dari gedung DPRD Jabar. Sempat terjadi ketegangan antara massa aksi yang sebelumnya memang telah melakukan pelemparan batu ke arah Gedung DPRD Jawa Barat.

Alhasil, aparat kepolisian melakukan tindakan tegas dengan menembakkan puluhan gas air mata ke arah massa yang berada di Jalan Diponegoro. Massa pun akhirnya terpecah menjadi dua, karena ada yang membubarkan diri ke arah Gedung Sate dan ke arah Jalan Sulanjana.

Hingga pukul 18.40 WIB, situasi di depan Gedung Sate bisa dikendalikan aparat kepolisian.

2 dari 3 halaman

Menguntungkan Pengusaha

FOTO: Aksi Ratusan Buruh Jakarta Tolak UU Cipta Kerja
Perbesar
Massa dari berbagai serikat buruh menggelar aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan JIEP, Jakarta, Selasa (6/10/2020). Ratusan buruh berpawai sambil berorasi mengajak pekerja turun ke jalan menolak UU Omnibus Lawa Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelum ricuh, seribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah mencabut UU Ciptaker yang telah disahkan pemerintah dan DPR RI. Aksi ini digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, sekitar pukul 12.00 WIB.

Dalam aksi di Jalan Diponegoro itu, sejumlah mahasiswa mengenakan pakaian bebas dan jas almamater kampus. Mereka berorasi di tengah jalan yang telah ditutup aparat kepolisian.

Selain itu, massa aksi membakar ban dan teaterikal pun mewarnai unjuk rasa mahasiswa.

Koordinator Lapangan dari HMI Kota Bandung Sansan Taufik menuturkan, mahasiswa yang turun ke jalan hari ini juga merasa keberatan dengan UU Cipta Kerja. Mereka menilai UU ini hanya berorientasi pada keuntungan pengusaha semata.

"UU Cipta Kerja ini hanya untuk kepentingan ekonomi, disahkan dengan cara kurang baik. Hanya menitikberatkan pada kemudahan investasi tanpa memerhatikan hak pekerja," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓