Kebangkitan Ekspor Jawa Barat pada Masa Pandemi Covid-19

Oleh Huyogo Simbolon pada 29 Sep 2020, 02:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2020, 02:00 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Humas Jabar)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, ekspor Provinsi Jabar terus membaik pada masa pandemi Covid-19. Bahkan, ia memaparkan, ekspor Jabar menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Meski turun sejak Maret hingga Mei 2020, ekspor Jabar naik mulai Juni lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari hingga Agustus 2020, Jabar menyumbang 16,28 persen atau 16,79 miliar dolar Amerika Serikat terhadap ekspor nasional, disusul Jawa Timur sebesar 12,95 persen, dan Kalimantan Timur sebesar 8,44 persen.

"Kenaikannya adalah 14,16 persen di bulan Agustus dibandingkan bulan Juli. Jadi per bulan naik pelan-pelan. Nanti kita lihat September, harusnya ada di kisaran 40 persen," tutur Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9/2020).

Berdasarkan data BPS Provinsi Jabar, ekspor Jabar pada Juli 2020 sendiri adalah 2,21 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 12,48 persen dari Juni. Emil, panggilan Ridwan Kamil menambahkan, pemulihan ekonomi di negara tujuan turut membuat pertumbuhan ekspor Jabar terus meningkat.

"Jadi berita baiknya, dari salah satu ukuran ekonomi, jualan dan ekspor kita lagi kencang, menandakan ekonomi bergerak lagi," ungkapnya.

Meski begitu, Emil tidak memungkiri bahwa UMKM dan belanja di level daerah masih belum maksimal. Namun, hal itu sesuai dengan konsep gas dan rem antara ekonomi dan kesehatan di masa pandemi yang selalu berjalan dinamis dan fluktuatif.

"Kadang-kadang 50 persen kesehatan dan 50 persen ekonomi, kadang-kadang 70 persen kesehatan seperti sekarang, dan 30 persennya ekonomi. Tapi tidak pernah seratus berbanding nol," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓