Respons Ganjar Usai Pesantren Jadi Klaster Covid-19 di Jateng

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 26 Sep 2020, 17:00 WIB
Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kebumen dikrantina usai 52 santrinya terpapar Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen)
Perbesar
Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kebumen dikrantina usai 52 santrinya terpapar Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen)

Liputan6.com, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pondok pesantren (ponpes) yang menjadi klaster COVID-19 di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banyumas ditutup sementara serta dilakukan penanganan guna mencegah penyebarannya.

"Sudah, sekarang sudah ditangani. Sudah disemprot dan saya minta dilakukan 'tracing', sekarang sudah berjalan," kata Ganjar di Semarang, Jumat.

Terkait dengan pembelajaran di dua ponpes itu, Ganjar meminta pengelola pondok pesantren menutup sementara kegiatan belajar mengajar karena jika dilanjutkan akan membahayakan serta berpotensi memperluas penyebaran COVID-19.

"Saya minta, kalau kondisinya tidak memungkinkan seperti itu, suruh nutup dulu. Soalnya kalau seperti itu kan membahayakan," ujarnya, dikutip Antara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menyebut ada klaster baru penularan COVID-19 yakni pondok ponpes di Kebumen dan Banyumas.

"Banyak klaster yang muncul di Jateng, salah satu klaster yang perlu diwaspadai adalah klaster di ponpes. Kami baru menemukan ada klaster ponpes itu di Purwokerto Banyumas dan Kebumen," katanya.

Kendati demikian, Yulianto belum memastikan berapa jumlah kasus positif dari klaster baru COVID-19 itu.

"Sampai saat ini kami masih mengebut melakukan 'tracing' dan tindakan lainnya," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓