Penambahan 100 Kasus Covid-19 Tiap Hari, 9 RS di Pekanbaru Penuh

Oleh M Syukur pada 17 Sep 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 17 Sep 2020, 18:00 WIB
Gubernur Riau Syamsuar meninjau hotel yang akan dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19.
Perbesar
Gubernur Riau Syamsuar meninjau hotel yang akan dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19 di Pekanbaru. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Pekanbaru - Lonjakan Covid-19 di Riau membuat 9 rumah sakit di Pekanbaru penuh. Di sisi lain, rumah sakit yang ada di ibu kota provinsi ini tinggal menyisakan 83 ruangan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Rabu, 16 September 2020 petang, ada 594 pasien Covid-19 di Riau jalani perawatan di Kota Bertuah.

Sementara, total pasien kumulatif jalani perawatan rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota di Riau ada 790 orang.

Plt Kepala Diskes Pekanbaru dr Zaini Rizaldi menjelaskan, awalnya dipersiapkan 22 rumah sakit dan sekarang tersisa 13 rumah sakit. Jumlah itu tak akan bertahan melihat tren warga Riau terkonfirmasi di atas 100 orang per harinya.

"Dari 13 rumah sakit diperkirakan bisa menampung 83 pasien positif lagi," kata Zaini, Rabu petang.

Zaini merincikan, rumah sakit yang tak menampung pasien Covid-19 karena penuh adalah Awal Bros di Jalan Jenderal Sudirman, berikutnya RS Hermina Syafira, Prima dan Bhayangkara.

Kemudian RS Prof Dr Tabrani, Eka Hospital, RSUD Arifin Achmad dan RS Daerah Madani Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti.

"Yang masih ada ruangan khusus itu tinggal 5 di RS Ibnu Sina, RS Tentara tersisa 5, Awal Bros Ahmad Yani tersisa 2, Aulia Hospital tersisa 11 dan Santa Maria 8," kata Zaini.

Kemudian RSUD Petala Bumi tersisa 7 ruangan, Awal Bros Panam tersisa 1, PMC tersisa 1, Bina Kasih tersisa 1, Sansani tersisa 12, Roesmin Nurjadin tersisa 1, Unri tersisa 9 dan Jiwa Tampan tersisa 20.

"Sebagai solusi sudah di siapkan rumah sehat di Rusunawa Rejosari, ada ruangan ruangan isolasi untuk pasien positif," kata Zaini.

Sebagai informasi, total konfirmasi Covid-19 di Riau hingga 16 September 2020 malam mencapai 4.237 kasus. Lonjakan drastis terjadi sejak awal September dengan penambahan 100 orang lebih per harinya.

Kabar baiknya, ada 1.783 pasien sembuh setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri. Kabar buruknya ada 83 orang meninggal dunia.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓