10 Santriwati di Bintan Positif Covid-19, Kok Bisa?

Oleh Batamnews.co.id pada 13 Sep 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 13 Sep 2020, 18:00 WIB
Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)

Bintan - Sebanyak 10 santriwati yang mondok di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan dinyatakan positif Covid-19. Mereka menjadi pasien kasus ke 82-91.

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan, 10 santriwati salah satu ponpes di Bintan itu mengalami gejala sakit menyerupai Covid-19. Lalu mereka dicek kesehatannya di Puskesmas Toapaya.

"Mereka mengalami gejala sakit pada Senin (7/9/2020). Seperti batuk, sakit kepala, anosmia, sakit tenggorokan, sesak napas, mual, nyeri otot, pilek, dan lemah. Lalu diperiksa ke Puskesmas Toapaya dan disana mereka diswab juga," ujar Gama, Minggu (13/9/2020), dikutip Batamnews.co.id.

Swab tenggorokan dan hidung mereka dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam untuk dicek dengan sistem Polymerase Chain Reaction (PCR).

Pada Sabtu (12/9/2020) hasil swabnya keluar dan mereka dinyatakan positif. Mereka adalah FD (12), TS (13), FN (13), SN (13), TZ (15), AD (13), WM (13), UG (15), AA (14), dan PN (15).

"Saat ini mereka dirujuk ke Rumah Singgah (Rumsing) RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) Kepri," jelasnya.

Hingga kini belum diketahui penyebab 10 santriwati tersebut tertular Covid-19. Namun pihaknya telah melakukan tracing terhadap orang-orang yang berkontak erat dengan mereka untuk meneruskan mata rantai penyebaran virus tersebut. "Masih kita telusuri sumber penularan Covid-19 di ponpes ini," katanya.

2 dari 3 halaman

Pemkab Lingga Batalkan Belajar Tatap Muka

Ilustrasi Covid-19, virus corona
Perbesar
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, kembali memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa SD/SMP yang ada di Negeri Bunda Tanah Melayu. Hal ini dilakukan karena belum redanya penyebaran virus Corona.

Semula, Pemkab Lingga melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat berencana membuka kembali proses belajar mengajar tatap muka di sekolah bagi pelajar SD/SMP mulai Senin (14/9/2020).

"Iya benar, belajar mengajar tatap muka bagi pelajar SD/SMP di Lingga kita tunda," ujar Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar kepada Batamnews, Minggu (13/9/2020).

Namun, belum diketahui pasti sampai kapan penundaan ini akan berlangsung. Tapi, Nizar mengaku penundaan ini dilakukan hingga Lingga khususnya dapat dipastikan benar-benar aman dari virus tersebut.

"Yang jelas sampai betul-betul normal. Sehingga aman dan tenang untuk orang tua di rumah dan murid di sekolah. Kita tidak mau ambil resiko, karena kejadian di depan mata kita. Kita lakukan pemulihan dulu dalam beberapa waktu kedepan ini, sekiranya diyakini aman, baru murid SD/SMP sekolah dengan tatap muka," jelas Nizar.

Dengan demikian, untuk menekan penyebaran virus Corona di Kabupaten Lingga, Nizar kembali mengajak seluruh masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan tetap mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

"Saya imbau untuk tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan dan selalu jaga jarak," pungkas Nizar.

Dapatkan berita menarik Batamnews.co.id lainnya, di sini:

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓